11 May 2021, 05:44 WIB

Ramadan Momentum Hentikan Ujaran Kebencian


Cahya Mulyana | Ramadan

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi 

BULAN suci Ramadan merupakan ruang kontemplasi dan introspeksi masyarakat muslim Indonesia atas ujian yang silih berganti. Hari kemenangan, Idul Fitri 1442 Hijriah harus menjadi awal membangun budaya lebih baik dengan menekan ujaran kebencian.

"Marilah kita jadikan Idul Fitri 1442 H yang sebentar lagi akan kita lalui menjadi saat yang tepat bagi seluruh komponen bangsa melakukan muhasabah. Kemudian kita perlu saling memaafkan dengan satu tujuan yaitu membawa negeri ini keluar dari segala permasalahan," kata Ustad Yusuf Muhammad Martak, dalam keterangannya, Selasa (11/5).

Ia mengatakan kerukunan yang sudah menjadi budaya nenek moyang tergerus oleh ego yang tak terima perbedaan pendapat. Iklim demokrasi pun seolah menjadi ruang hampa bagi persaudaraan dan persatuan.

"Saya yang kebetulan berada di dalam barisan terdepan, ingin sekali mengisi serta manjaga demokrasi dan kerukunan antar umat beragama maupun kerukunan kebangsaan tetap terjaga dengan baik," ujar Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu.

Menurutnya, semua pihak berkewajiban untuk mengembalikan tatanan lama yang sudah diwariskan para pejuang. Itu dengan menjaga diri dari ujaran kebencian dan melawannya lewat narasi kesejukan, toleransi dan persaudaraan.

Yang paling utama, kata dia prilaku itu mesti terwujud dalam kehidupan di dunia maya. Momentumnya adalah lewat puasa dan hari kemenangan, Idul Fitri tahun ini.

"Mari kita tingkatkan jalinan kerja sama dengan berbagai pihak, baik sesama masyarakat dan tokoh tokoh bangsa, baik yang di luar pemerintahan maupun di dalam pemerintah, sepanjang kebijakan yang di jalankan bermanfaat terhadap kemaslahatan rakyat," tambahnya.

Ia pun mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah membuat gebrakan dalam 100 hari kepemimpinannya dengan bersifat tegas. Ketegasan dalam penegakan hukum ini penting untuk memperbaiki kondisi bangsa.

baca juga: Ramadan

"Bahkan menurut pandangan saya, tidak ada salahnya bila pihak Polri juga melibatkan masyarakat dalam membantu menemukan akun-akun yang beropini sesuka hati bahkan sering kali merugikan nama baik orang lain," ucapnya.

Dia menuturkan, masyarakat dapat mendukung setiap kebijakan yang baik. "Juga memberi masukan atau kritik dengan cara dan kalimat yang baik untuk kebaikan bangsa," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT