11 May 2021, 03:00 WIB

Muhasabah di Akhir Ramadan


Ferdian Ananda Majni | Ramadan

Dok. youtube
 Dok. youtube
Pendakwah M Muchson Anasy

"YA Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka." Ayat ke-201 surah Al-Baqarah ayat 201 dalam Alquran itu dikenal dengan sebutan doa sapu jagat.

Pendakwah M Muchson Anasy menyampaikan bahwa tujuan semua manusia ialah selamat daripada api neraka. Apalagi, sebagai seorang mukmin dan muslim, bagaimana bisa bahagia di dunia bahagia di akhirat dan terjaga dari neraka ialah sesuatu yang amat penting.

"Namun, tentunya kita membutuhkan ilmu," ujarnya saat memberikan tausiah saat salat Tarawih di malam ke-28 pada Minggu (9/5) malam, yang disiarkan secara daring di kanal Youtube Masjid Agung Al Azhar.

Dalam kitab Manaqib Imam Syafi'i karya Al Baihaqi, Al Imam Syafi'i rahimahullah menyebutkan barangsiapa ingin mendapatkan kebaikan-kebaikan, kebahagiaan, dan kesejahteraan dunia maka ia haruslah punya modal.

Barang siapa menghendaki kebaikan dan kesejahteraan di akhirat maka ia harus punya modal ilmu. Barang siapa ingin kedua-duanya, yakni kebaikan baik di dunia maupun akhirat, ia harus punya modal ilmu.

"Ini sesuai dengan firman Allah. Amalkan apa yang dibacakan Al Imam Syafi'i ini," katanya dalam tausiah Tarawih di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, yang disiarkan secara melalui Youtube, Senin (10/5).

Dalam surah Al-Mujadilah ayat 11, lanjutnya, Allah SWT menjanjikan akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

Pertanyaannya, adakah orang berilmu yang tidak berilmu? "Banyak, contohnya soal bersuci," sahut Muchson.

Karena itu, ulama kita menyusun kitab tentang fikih. Sebagus apa pun salat seseorang, kalau bersucinya tidak benar, tidak sah.

Akhirat juga perlu ilmu. Muchson mengatakan Alquran tidak menganjurkan semua orang mukmin pergi jihad ke medan perang. Harus ada sekelompok orang yang jaga masjid, yang bisa mengimami dan mengajarkan ilmu kepada umatnya.

Seperti yang dilakukan Khalifah Abu Bakar yang mengumpulkan ayat-ayat Alquran dalam satu mushaf atas ide Umar bin Khattab ketika banyak penghafal Alquran (hafiz) meninggal dunia dalam Perang Yamamah.

 

Merugi

Muchson melanjutkan, jika tata cara ibadah sudah benar, rukun sudah benar, hasilnya bisa kita dapat. Namun, jangan lengah dan kita harus menjaga panen amal ibadah itu agar jangan sampai dicuri orang.

Menurutnya, segala amal ibadah kita bisa dicuri karena beberapa hal, yaitu mencela orang lain; memfitnah; menuduh berzina tanpa bukti; mengambil harta orang lain dengan korupsi, mencuri, mengurangi timbangan; atau menumpahkan darah orang lain. "Orang-orang yang kita sakiti itu akan mengambil amal ibadah kita. Merugi akhirnya," sahutnya.

Menjelang akhir bulan suci Ramadan ini, Muchson pun mengajak umat Islam bermuhasabah tidak menghitung dosa atau kesalahan orang lain, tetapi justru menelaah apa saja ibadah dan kesalahan yang sudah dilakukan.

"Istigfar kalau dosanya kepada Allah dan minta maaflah kepada manusia jika kita bersalah sehingga tidak ada pengadilan di akhirat nanti. Mudah-mudahan kita bisa mengakhiri Ramadan ini dengan akhir yang baik dan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat," tutupnya. (H-2)

BERITA TERKAIT