26 April 2021, 13:25 WIB

Warga Tasikmalaya Bangunkan Sahur Gunakan APD Keliling Kampung


Kristiadi | Ramadan

ANTARA/SAIFUL BAHRI
 ANTARA/SAIFUL BAHRI
Ilustrasi. Sejumlah anak-anak memainkan musik perkusi khas Madura berkeliling kampung di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Senin (19/4)

Sejumlah pemuda di Kampung Cintarasa, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap berjalan kaki bangunkan warga untuk sahur di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut, dilakukannya di bulan ramadan agar mereka menerapkan protokol kesehatan.

Remaja yang tergabung dalam Karang Taruna sebelum bangunkan warganya, mereka lebih dulu mempersiapkan berbagai alat kesenian  mulai bambu angklung, bambu, pemukul, ogel atau dogdog lonjor, dan APD lengkap. Untuk membangunkan warganya di bulan ramadan, para remaja berjalan kaki menyusuri beberapa jalan sempit agar mereka mempersiapkan diri.

Baca juga: Tradisi Membaca Alquran Raksasa di Banyuwangi

Ketua Karang Taruna RW 01, Cintarasa, Amal Pampam mengatakan, para pemuda selama ini memang memiliki tugas yang dilakukannya secara sukarela terutamanya membangunkan warga untuk persiapan menjalankan puasa di bulan ramadan agar tidak kesiangan. Namun, mereka juga memiliki kegiatan lainnya seperti membersihkan sampah, lingkungan, mendidik ngaji dan lainnya.

"Membangunkan sahur pada bulan ramadan ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tapi di 2021 memang dilakukannya secara spontan menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk tetap menyosialisasikan kepada masyarakat agar mereka menerapkan protokol kesehatan karena virus korona masih belum berakhir," katanya, Kamis (22/4).

Ia mengatakan, kegiatan ramadan yang telah dilakukan oleh Karang Taruna selama ini tetap berjalan seperti biasa tapi di tengah pandemi Covid-19 ini memberikan edukasi agar warga selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Karena, penyebaran virus korona selama ini masih belum teratasi tetapi sekarang tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Kami sengaja memakai APD sebagai bentuk kepedulian dan saling mengingatkan kembali agar warga dalam menjalankan ramadan bisa menjaga protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus korona. Namun, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) tetap terlibat dalam pengawasan pemudik dan sekarang ini belum terlihat," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan membangunkan sahur bagi warga di tengah pandemi Covid-19 jarang sekali terdengar dan tidak seperti tahun lalu dimana mereka membawa bedug berkeliling tapi sekarang ini mereka tidak lagi terdengar. Akan tetapi, dengan adanya kegiatan tersebut supaya para pemuda mempertahankan tradisi dan di tengah pandemi Covid-19 harus selalu diwaspadai.

"Kami berharap agar pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan umumnya di belahan dunia agar secepatnya berakhir di akhir bulan ramadan. Karena, virus korona yang terjadi ini membuat semua perekonomian turun namun waktunya sekarang harus bangkit terutama di bidang usaha dan perdagangan guna ekonomi masyarakat secara bertahap normal kembali," paparnya. (H-3)

BERITA TERKAIT