26 September 2023, 07:05 WIB

Johanis Tanak Minta Parpol Tidak Berkampanye Pakai Materi


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
KPK menegerakan bus antikorupsi sebagai cara sosialisasi penolakan politik uang ke masyarakat jelang Pemilu 2024.

WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak meminta seluruh partai politik beradu gagasan dengan semestinya jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kampanye diharamkan memakai uang.

"Tidak ada materi-materi publikasi yang berbau kampanye untuk mendukung partai politik," kata Johanis melalui keterangan tertulis, Selasa (26/9).

Johanis mengatakan pihaknya bakal terus memaksimalkan sosialisasi penolakan politik uang ke masyarakat. Salah satu caranya yakni dengan menggerakkan bus antikorupsi.

Baca juga: Viral Video Ganjar Lari Pagi Sambil Bagi-bagi Duit, Ini Respons KPK

Kendaraan itu bakal berkeliling Indonesia untuk mendidik masyarakat agar berani menolak pemberian uang dari partai maupun calon legislatif saat berkampanye. Pendidikan yang digelar KPK dipastikan dijauhkan dari kegiatan partai.

"Pada kegiatan roadshow bus ini juga kami berupaya keras supaya tidak terkait dengan partai politik tertentu," ucap Johanis.

Baca juga: KPK Ingatkan Soal Serangan Fajar pada Tahun Politik

Masyarakat diminta menjadi mata KPK untuk mencegah politik uang terjadi jelang Pemilu 2024. Warga diminta melapor jika menemukan permainan kotor. "KPK minta masyarakat untuk lapor jika ada calon kepala daerah atau legislatif melakukan tindakan serangan fajar," ujar Johanis.

Johanis menjelaskan konsistensi penolakan politik uang penting untuk kemajuan suatu daerah. Sebab, pejabat terpilih nanti bukan orang yang mendahulukan pencarian uang pengembalian modal kampanye.

Politik uang dinilai cuma membuka celah korupsi bagi pejabat yang akan terpilih nanti. KPK mengeklaim sudah menemukan banyak contohnya.

"Praktik ini bisa membuat calon kepala daerah melakukan korupsi ketika sudah menjabat karena dari awalnya saja sudah tidak pro-rakyat," tutur Johanis. (Z-3)

BERITA TERKAIT