10 August 2023, 18:51 WIB

Antisipasi El Nino Wapres Paparkan Tiga Instrumen Mitigasi


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

Dok. SETWAPRES
 Dok. SETWAPRES
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

INDONESIA diperkirakan akan mengalami El Nino atau fenomena berkurangnya curah hujan sehingga mengakibatkan kekeringan. El Nino di Indonesia diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September. Dalam mengantisipasi hal itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyampaikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

"Pertama itu pemerintah itu sudah mengantisipasi tentang adanya El Nino ini dan juga sudah disiapkan instrumen-instrumennya untuk mengatasi," ujar wapres seusai meresmikan Masjid K.H. Hasyim Asy’ari Ma’had Bahrul Huda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (10/8).

Wapres menjelaskan, langkah pertama penanaman padi lebih awal terutama di daerah-daerah yang masih ada hujan. Tujuannya untuk mengantisipasi stok beras yang dikhawatirkan berkurang saat musim kering.

Baca juga: Jelang Tahun Politik, Wapres Amin Minta Pesantren Menjaga agar Tidak Ada Benturan

"Di daerah-daerah yang diperkirakan masih bisa ditanami sebagian di Jawa Timur, Sumatera Selatan ada di Sulawesi Selatan dan dipercepat. Saya kira untuk penanamannya itu," tutur wapres.

Kemudian, pemerintah, imbuhnya, juga telah menyiapkan stok beras yang diserap oleh Badan Umum Logistik (Bulog) dari hasil panen raya para petani. Terakhir, wapres menyampaikan pemerintah telah menyetujui impor beras dari negara lain yang dapat digunakan sebagai cadangan beras nasional.

Baca juga: 10 Hektare Lahan Pertanian di Tasikmalaya Terancam Kekeringan

"Kita sudah menyiapkan stok Bulog maupun yang harus diambil dari masyarakat dan ketiga itu kita sudah menyiapkan (impor). Sekarang ini banyak negara tidak mau, tapi kita sudah memesan beras untuk diimpor untuk mengantisipasi sehingga stok itu diperkirakan cukup menghadapi musim El Nino," tukasnya. (Ind/Z-7)

BERITA TERKAIT