07 December 2022, 20:49 WIB

Ferdy Sambo Mengaku Perintahkan Eliezer untuk Hajar Yosua


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa Richard Eliezer (tengah), Ricky Rizal (kanan), dan Kuat Maruf dalam lanjutan sidang kasus pembunuhan di PN Jaksel, Rabu (7/12).

EKS Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo mengaku tak memerintahkan Bharada Richard Eliezer untuk menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Sambo mengaku hanya memerintahkan Eliezer untuk menghajar Yosua saat itu.

Pernyataan itu disampaikan Sambo saat menceritakan detik-detik penembakan terhadap Brigadir J dalam sidang untuk terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Sambo menjelaskan bagaimana kejadian sebelum penembakan terhadap Brigadir J di rumah dinasnya di Komplek Polri Tanjung Duren, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022.

Saat masuk ke dalam rumah dinas, Sambo mengaku bertemu Kuat Ma'ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Bharada Richard Eliezer. Sambo kemudian menyuruh Kuat untuk memanggil Yosua.

Setelah itu Sambo bertemu Yosua. Sambo mengaku emosi mengingat perbuatan yang dilakukan Yosua terhadap istrinya.

"Begitu masuk (rumah) saya sudah emosi waktu itu karena mengingat perlakuan Yosua waktu itu, saya kemudian berhadapan dengan Yosua. Saya sampaikan kepada Yosua 'kenapa kamu tega sama Ibu?" kata Sambo.

Yosua kemudian bertanya balik kepada Sambo perihal perbuatan yang dimaksud. Namun, Sambo mengaku tidak senang dengan jawaban Yosua.

"Jawaban Yosua, tidak seperti yang saya harapkan. Dia malah nanya balik 'ada apa Komandan?', seperti menantang. Saya kemudian lupa saya tidak bisa mengingat lagi," ujarnya.


Baca juga: Sambo Bantah Janjikan Sejumlah Uang kepada Eliezer, Ricky, dan Kuat


Sambo yang emosi dan kesal dengan jawaban Yosua kemudian memerintahkan Richard Eliezer untuk menghajar Yosua.

"Saya bilang 'kamu kurang ajar!', saya perintahkan Richard untuk 'hajar Chard'," kata Sambo.

Hakim kemudian bertanya kembali bagaimana perintah Sambo kepada Richard.

"Bagaimana saudara perintahkan Richard?," tanya Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso.

"'Hajar Chard! kamu hajar Chard!', kemudian ditembaklah Yosua sambil maju sampai roboh. Itu kejadian cepat sekali Yang Mulia, tidak sampai sekian detik," jawab Sambo.

Mendengar kesaksian Sambo tersebut, Richard yang berada di kursi terdakwa tampak menggelengkan kepalanya.

Sambo kemudian mengaku kaget dan memerintahkan Richard untuk berhenti. Setelah melihat Yosua berlumuran darah, Sambo mengaku panik dan bingung bagaimana menyelesaikan penembakan tersebut. Dari situ kemudian muncullah skenario tembak-menembak di rumah dinasnya yang berujung dengan tewasnya Brigadir J.

Sambo kemudian melihat senjata yang ada di pinggang Yosua. Ia mengambilnya dan menembakkannya ke dinding. Sambo menggenggamkan senjata tersebut ke tangan Yosua. Setelah itu ia menembak ke lemari sebelah atas.

Sambo mengelap senjata Yosua dengan masker dan meletakkannya di samping Yosua. Sambo kemudian bertemu Romer di garasi dan memerintahkan melihat Putri Candrawathi.

Sambo masuk ke kamar dan menemukan istrinya menangis sambil duduk di tempat tidur. Putri sempat bertanya ke suaminya apa yang terjadi.

Namun, Sambo tak banyak bicara dan meminta istrinya untuk diam. "Sudah kamu diam aja, kita ke Saguling," jawab Sambo. (OL-16)

BERITA TERKAIT