07 December 2022, 06:05 WIB

Ismail Bolong Masih Diperiksa Bareskrim Terkait Tambang Ilegal di Kaltim


Khoerun Nadif Rahmat | Politik dan Hukum

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Bareskrim Mabes Polri

ISMAIL Bolong masih diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri atas dugaan kasus tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur yang menyeret sejumlah nama petinggi Polri.

Ismail Bolong sendiri diperiksa sejak hari Selasa (6/12) hingga Rabu (7/12) dini hari. Informasi tersebut terkonfirmasi oleh kuasa hukum Ismail Bolong, Johannes Tobing saat keluar dari Gedung Bareskrim Polri pada Rabu (7/12) sekitar pukul 00.39 WIB.

"(Ismail Bolong) masih pemeriksaan ya," jawab Johannes kepada wartawan termasuk wartawan mediaidonesia.com, (7/12).

Namun, Johannes masih enggan mengatakan lebih lanjut soal status kliennya tersebut. Ia mengatakan bahwa hal tersebut akan diungkapkannya pada siang nanti.

"Besok lah ya kita ngobrol bareng. Besok ke bareskrim lagi kemungkinan siang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan bahwa Ismail Bolong saat ini tengah dalam porses pemeriksaan di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Ya betul, (Ismail Bolong) sedang dalam pemeriksaan," kaya Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi pada Selasa (6/12).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ismail Bolong tiba di Bareskrim Polri pada Selasa (6/12) sekitar pukul 11.30 WIB. Ia memasuki gedung Bareskrim Mabes Polri melalui pintu basement atau tempat parkir gedung Bareskrim Polri.

Diketahui, saat ini kasus tambang ilegal tersebut sudah dinaikan menjadi proses penyidikan. Dengan kata lain, penyidik telah menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, anak dan istri dari Ismail Bolong pun telah dilakukan pemeriksaan. Pipit menyebutkan peran anak Ismail Bolong ialah sebagai direktur utama (dirut) tambang batu bara. Sedangkan istri dari Ismail Bolong berperan untuk melakukan transaksi.

"Itu kan korporasi, anaknya sebagai dirut, istrinya yang melakukan transaksi," Kata Pipit pada Jumat (2/12).

Pipit masih enggan membeberkan hasil dari pemeriksaan anak dan Istri Ismail bolong yang digelar pada Kamis (1/12) kemarin. Ia hanya menyebutkan proses pemeriksaan tersebut berjalan lancar.

Polri juga telah gelar perkara terhadap Ismail Bolong atas kasus dugaan tambang batu bara ilegal di wilayah Kalimantan Timur pada Jumat (2/12) lalu.

"Belum dilaksanakan (gelar perkara), tapi akan segera dilakukan hari ini," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi Jumat (2/12).

Setoran hingga ke Jenderal

Ismail Bolong sendiri ramai diperbincangkan setelah menuding Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menerima suap atau uang koordinasi tambang ilegal batu bara di wilayah Kalimantan Timur. Ia menyebutkan bahwa Agus menerima setoran uang Rp6 miliar dari seorang pengusaha untuk mengamankan tambang ilegal.

Ismail lewat videonya sempat memberi klarifikasi. Dia meminta maaf kepada Jenderal di Bareskrim Mabes Polri terkait pernyataan mengenai penyerahan uang tambang ilegal itu.

Setelah viralnya sosok Ismail Bolong, beredar Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) Divisi Propam Polri nomor R/1253/IV/WAS.2.4./2022/Divpropam. Dalam LHP itu, terdapat sejumlah nama anggota Polri yang bertugas di Mabes Polri, termasuk nama Kabareskrim Komjen Agus Andrianto turut disebut dalam LHP.

Selain itu, terdapat sejumlah nama perwira menengah yang berkaitan dengan Ismail Bolong.

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan mantan Karopaminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan membenarkan adanya LHP itu. Namun, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto membantah pernyataan dari Hendra dan Sambo.

Ia justru menuding balik informasi tersebut. Ia mengatakan keterangan dan bukti dalam laporan itu tidak cukup, sehingga saat itu laporan dugaan setoran tidak dilanjutkan.

"Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menerangka dugaan setoran tambang yang menyeret namanya merupaka upaya pengalihan isu terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang menyeret pihak Hendra Kurniawan dan Ferdy Sambo.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," katanya. (OL-13)

Baca Juga: KPK Dalami Laporan Dugaan Gratifikasi Tambang Kabareskrim ...

Baca Juga: Ferdy Sambo Ungkap Telah Serahkan Laporan Resmi Terkait Ismail ...

BERITA TERKAIT