28 November 2022, 20:38 WIB

Inggris Hibahkan Rp136 M untuk Proyek Energi Terbarukan Indonesia


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ilustrasi energi terbarukan

PEMERINTAH Inggris mendukung upaya transisi energi Indonesia dengan memberikan hibah sebesar 7,2 juta poundsterling atau sekitar Rp136 miliar untuk proyek-proyek energi terbarukan melalui Program Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (Mentari).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana meluncurkan secara resmi Program Mentari Efisiensi Energi (Mentari EE), Senin (28/11). Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,7 juta poundsterling berasal dari Program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT).

"Kami menyambut baik sekali Program Mentari ini. Pemerintah Inggris secara aktif mendorong program energi efisiensi di seluruh Tanah Air, seperti pemasangan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya)," kata Arifin dalam keterangannya.

Peluncuran Mentari EE merupakan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani pada Konferensi Kepala Negara G20 pada 15 November di Bali yang diumumkan melalui kesepakatan pendanaan untuk Indonesia Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia.

Secara keseluruhan, Inggris akan memberikan dan sejumlah US$1 miliar yang akan disalurkan melalui pinjaman Bank Dunia serta melalui perjanjian antara program Mentari dan PT Sarana Multi Infrastruktur dalam bentuk skema investasi bersama untuk proyek-proyek energi terbarukan

Selain itu, Arifin juga menjelaskan, program Mentari EE merupakan tindak lanjut bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris dalam UK PACT, yakni program pengurangan gas rumah kaca melalui program efisiensi di sektor bangunan gedung.

Kementerian ESDM telah mengirimkan surat edaran kepada instansi pemerintah pusat dan daerah untuk mengimplementasi upaya konservasi energi pada sektor bangunan gedung.

"Efisiensi energi ini sangat penting dilakukan mengingat kejadian yang baru-baru ini terjadi krisis energi yang dampaknya dirasakan tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga di seluruh dunia,"jelas Arifin.

Mentari EE disebut memperluas kemitraan Mentari yang telah berjalan sejak 2020. Proyek itu diklaim berhasil merampungkan beberapa proyek seperti elektrifikasi dua desa di Sumba, Nusa Tenggara Timur, dengan panel surya dan sistem jaringan listrik berbasis baterai.

Dalam kesempatan yang sama, Owen Jenkins menyampaikan, Pemerintah Inggris menyambut baik kesempatan untuk memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Indonesia dalam upaya percepatan implementasi efisiensi energi.

"Selain dapat mendukung pencapaian target ambisius Indonesia untuk mereduksi emisi gas rumah kaca, upaya ini juga dapat menurunkan biaya yang dikeluarkan konsumen untuk pemakaian energi," tandasnya.

Dukungan Mentari EE terdiri dari beberapa proyek yang berjalan bersama, seperti dukungan persiapan proyek pilot efisiensi energi di sektor bangunan gedung, pengembangan insentif pembiayaan serta dukungan untuk mempererat koordinasi antar pemangku kepentingan.

Proyek-proyek tersebut akan dilaksanakan oleh Institute for Natural Resources, Energy and Environmental Management (IREEM), Carbon Trust Singapore Pte Ltd, dan Ecoxyztem Venture Builder. (OL-8)

BERITA TERKAIT