24 November 2022, 19:28 WIB

Pengakuan ART, Ferdy Sambo Menangis Setelah Brigadir J Tewas


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ferdy Sambo, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

DALAM agenda persidangan yang berlangsung di PN Jakarta Selatan, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, yakni Diryanto alias Kodir, mengungkapkan kondisi majikannya setelah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias J tewas.

Adapun Kodir menjadi saksi pada persidangan terdakwa kasus obstruction of justice perkara pembunuhan berencana Brigadir J, yaitu AKP Irfan Widyanto.

Setelah Brigadir J tewas, lanjut Kodir, Ferdy Sambo awalnya meminta dirinya untuk memanggil Ridwan Soplanit, yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan. Kodir mengaku sempat melihat raut wajah Sambo.

Baca juga: Saksi Tegaskan Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J

"Bagaimana wajah FS saat itu (ketika memerintahkan memanggil Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ridwan Soplanit)?" tanya Ketua Majelis Hakim Akhmad Suhel.

"Menangis, seperti menangis," jawab Kodir.

"Menangis, marah, (atau) gimana?" tanya Suhel lebih lanjut.

"Seperti menangis," jawab Kodir lagi.

Suhel kemudian terus mencecar Kodir. Suhel pun meminta Kodir untuk menjelaskan ekspresi Ferdy Sambo secara rinci. Misalnya, emoji di aplikasi berbagi pesan WhatsApp.

Baca juga: Kubu Ferdy Sambo Minta Sidang Disiarkan Langsung Secara Utuh

"Emoji gitu lho, di WA (WhatsApp) ada emoji, marah, sedih, kesal, jengkel, pusing, gimana?" tanya Suhel.

"Matanya merah," jawab Kodir.

"Merah marah atau merah karena nangis?" balas hakim.

"Merah karena air mata," Kodir menimpali.

Namun, Kodir mengaku bahwa dirinya tidak berani bertanya ke majikannya terkait kondisi mata yang memerah. "Nggak berani aja, nggak sopan Pak," tegas Kodir kepada hakim.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT