19 November 2022, 21:23 WIB

SMRC: Ganjar Satu-Satunya Kader PDIP yang Bisa Saingi Anies dan Prabowo


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja.

PENELITI Saiful Mujani Research Center (SMRC) Saidiman Ahmad menilai Ganjar Pranowo merupakan satu-satunya kader PDI-Perjuangan yang dapat menyaingi Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Survei tersebut mengenai potensi Ganjar jelang kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Menurutnya, wajar jika Ganjar Pranowo (GP) Mania mendorong PDI Perjuangan untuk mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah itu sebagai calon presiden (capres). 

Adapun penetapan Ganjar sebagai capres PDI-P akan berdampak positif bagi suara partai sendiri. "Kalau Ganjar dimajukan oleh PDI-Perjuangan, ini tidak hanya membuka peluang bagi PDI-P untuk kembali memiliki kader sebagai pesiden, tetapi juga membantu mempertahankan elektabiltitas," ujar Saidiman, Sabtu (19/11).

Baca juga: Tentang Pertemuan dengan Megawati, Jokowi: Bahas Stabilitas Politik

Dalam survei SMRC pada Oktober lalu, elektabilitas Ganjar menempati peringkat teratas dengan 32,1%. Lalu, disusul Prabowo Subianto (27,5%) dan Anies Baswedan (26%). 

Berdasarkan survei eksperimental SMRC, Saidiman menyebut suara PDI-P akan turun dalam Pemilu Legislatif 2024, jika Ganjar dicapreskan Partai Golkar. Sebaliknya, suara Golkar yang akan naik.

Dirinya menilai Ketua Umum PDI-Perjuangan memutuskan capres berdasarkan kalkulasi politik yang matang. Berkaca dari dua pilpres terakhir, Megawati rela tidak maju sebagai capres dan justru mengusung kader non-elit yang populer di masyarakat, yaitu Joko Widodo.

"Menurut saya, Megawati tidak akan sembrono dalam memutuskan calon presiden," pungkasnya.

Baca juga: PKS: Diskusi dengan NasDem dan Demokrat Penuh Kedewasaan

Adapun Ganjar dan PDI-P dinilai memiliki ideologi nasionalis. Jika mendeklarasikan Ganjar sebagai capres, PDI-P akan didekati partai politik berideologi nasionalis lain untuk membentuk koalisi. Pun, Saidiman berpendapat Ganjar juga diterima di kelompok Islam.

"Ganjar ini walaupun populer di kalangan nasionalis, tapi di kalangan Islam juga sebetulnya tidak jeblok-jeblok banget. Itu cukup bisa mendapatkan suara dari kelompok sana," tutur Saidiman.

Sebelumnya, Ketua Umum Ganjar Pranowo (GP) Mania Immanuel Ebenaezer optimistis bahwa PDI-P akan merayakan HUT partai pada 10 Januari 2023 dengan memberikan kado untuk rakyat berupa deklarasi Ganjar sebagai capres.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT