02 October 2022, 13:59 WIB

Pengamat Desak Kapolri Copot Kapolda Jatim Buntut Tragedi Kanjuruhan


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
 Kapolda Jatim, Irjen Polisi Nico Afinta.

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta buntut tragedi Kanjuruhan, Malang.

Ia mengatakan keduanya merupakan penanggung jawab keamanan pertandingan dan keamanan wilayah Malang dan Jawa Timur. Keduanya seharusnya mampu mencegah terjadinya kerusuhan. "Tragedi itu tak perlu terjadi bila panitia dan aparat keamanan presisi, prediktif dan responsif sehingga bisa preventif pada kedaruratan," kata Bambang, ketika dihubungi, Minggu (2/10).

Selain itu, ia juga menyoroti pernyataan Irjen Nico yang seolah-olah menyalahkan suporter dalam kerusuhan tersebut. Ia menyayangkan pernyataan tersebut. Apalagi ada 130 orang yang meninggal dunia. "Lihat pernyataannya tadi, menunjukan Kapolda tidak memiliki empati pada korban sehingga menyalahkan suporter," katanya.

Diketahui, pertandingan antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam berujung pada insiden yang mengenaskan. 130 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Terpisah, Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan, seusai pertandingan, sejumlah suporter yang kecewa dengan kekalahan Arema turun dari tribun dan masuk ke dalam lapangan.

Penonton turun ke tengah lapangan mencari pemain dan ofisial Arema untuk melampiaskan kekecewaannya. Nico mengatakan hal itu membahayakan keselamatan tim Persebaya maupun Arema.

Petugas keamanan yang berusaha menghalau tak digubris. Situasi kacau tak terkendali, bahkan ia mengatakan beberapa petugas dipukuli suporter. Karena itu, kepolisian kemudian melepaskan tembakan gas air mata.

“Mereka pergi ke satu titik di pintu 12 kemudian ada penumpukan dan di sana (menyebabkan) kekurangan oksigen, sesak napas. Tim medis di dalam stadion berupaya menolong,” ujar Nico. (OL-12)

BERITA TERKAIT