12 September 2022, 17:43 WIB

Menkominfo: Pemerintah akan Bentuk Tim Respons Darurat Cegah Pencurian Data


Andhika prasetyo | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate (tengah)

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny Gerald Plate mengungkapkan pemerintah akan membentuk emergency response team, yang terdiri dari BSSN, Kemkominfo, Polri dan BIN.

Tim tersebut akan bertugas untuk mencegah terjadinya serangan siber oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sekaligus menjaga tata kelola data secara baik.

"Perlu ada emergency response team untuk menjaga tata kelola data yang baik di indonesia dan juga untuk menjaga kepercayaan publik," ujar Johnny selepas mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9).

Dalam rapat tersebut, Johnny mengakui ada kebocoran data oleh aksi Bjorka. Namun, itu hanya data-data yang bersifat umum. Tidak ada data spesifik atau terbaru yang diretas dan dibocorkan.

Baca juga: Bjorka Makin Agresif, KPU Yakin Penegak Hukum Dapat Ungkap Pelaku

"Di rapat dibicarakan memang ada data-data yang beredar oleh salah satunya Bjorka, tetapi setelah ditelaah sementara, itu data-data umum, bukan data-data spesifik atau ter-up date," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa aksi peretasan dan pencurian data adalah tindakan kriminal yang tidak dapat dibernarkan apapun alasannya.

"Ini harus kita jaga bersama-sama. Berbeda pendapat itu normal dalam demokrasi, namun saat ada kepentingan negara yang dilanggar, mari kita jaga kekompakan," tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT