31 August 2022, 09:53 WIB

Presiden Sebut Pemekaran Papua Merupakan Permintaan Masyarakat    


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Biro Setpres
 Biro Setpres
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan sejak dirinya menjabat sebagai kepala negara banyak mendengar suara yang meminta pembentukan daerah otonomi baru. Kebijakan pemekaran wilayah itu pun disebut sebagai permintaan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

"Kan saya sendiri mendengar, pemerintah itu mendengar permintaan-permintaan dari bawah. Saya ke Merauke, ada yang minta. Saya ke Pegunungan Tengah, kelompok-kelompok masyarakat datang ke saya minta. Itu sudah tujuh tahun lalu, enam tahun lalu, lima tahun lalu, dan ditindaklanjuti pelan-pelan," kata Jokowi di Papua, Rabu (31/8).

Ia meyakini langkah tersebut nantinya akan mampu memberikan manfaat besar bagi penduduk setempat. Dengan dibentuknya daerah otonomi baru, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan akan bisa dicapai dengan baik.

"Ini dalam rangka pemerataan pembangunan karena memang tanah Papua ini terlalu luas kalau hanya dua provinsi, terlalu luas untuk memudahkan jangkauan pelayanan, itulah alasan dibangun daerah-daerah otonomi baru," tuturnya.

Baca juga: Majelis Rakyat Papua Tolak Pengesahan Daerah Otonomi Baru Papua

Terkait adanya penolakan dari sejumlah pihak, Jokowi menyebut hal tersebut sah-sah saja.

"Sekali lagi itu adalah permintaan dari masyarakat. Kalau ada pro dan kontra, itulah yang namanya demokrasi," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT