22 August 2022, 14:57 WIB

Pengamat: Puan Maharani Tokoh Kunci Koalisi Pilpres 2024


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Ist/DPR
 Ist/DPR
Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga Ketua DPP PDI-Perjuanngan. 

KETUA DPP PDI-P Puan Maharani dinilai akan menjadi tokoh kunci dalam menentukan langkah partai berlambang banteng itu ke depan. Ini terkait dengan komunikasi politik yang mulai dilakukan politikus PDIP ini.

Hal ini dikemukakan Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.  Pangi menyebut Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sudah memberi mandat pada Puan untuk membuka komunikasi dengan semua partai politik. 

Seperti diketahui, Puan pada Senen ini sudah memulai safari politiknya dengan bertandang ke kantor Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. 

"Ditunjuknya Puan sebagai pembuka komunikasi ke parpol lain ini sebuah langkah yang baik menurut saya. Karena Puan selaku tokoh muda tak punya beban masa lalu dan akan lebih luwes berkomunikasi dengan tokoh politik manapun," kata Pangi melalui keterangan tertulis, Senen (22/8). 

Pangi berpandangan sikap politik PDI-P dinilai akan menjadi penentu dalam peta politik menuju pilpres 2024 mendatang. Langkah PDI-P sebagai pemenang pemilu sebelumnya sekaligus pemegang kursi terbanyak di parlemen pasti dinanti seluruh partai politik. 

Baca juga: Bertemu Puan, Surya Paloh: Tidak Ada Yang Ditutup-tutupi

Dia menilai koalisi yang sudah terbangun antara sejumlah partai politik saat ini bisa dilihat hanya sekedar penjajakan dan tak matang. Sebab, koalisi yang terbentuk belum mempunyai arah yang jelas. 

“Praktis tak ada satupun sampai sekarang yang koalisinya sudah matang. Itu menurut saya karena masih menunggu PDI-P,” terang dia.

Pangi memberi contoh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP. Ia menilai koalisi yang dibentuk ketiga parpol itu belum matang karena belum jelas calon yang akan diusung.

Di sisi lain, koalisi Partai Gerindra dan PKB juga dinilai belum matang dan terkesan tak percaya diri. 

Sebab, kata dia, meskipun Gerindra sudah kembali mendeklarasikan Prabowo sebagai kandidat capres, namun belum ada cawapres yang diumumkan untuk diusung.

“Koalisi ini tidak percaya diri untuk deklarasi karena masih menunggu ada partai lain yang ingin bergabung,” kata Pangi. (RO/OL-09)

Partai sisanya, kata Pangi, Nasdem, PKS dan Demokrat justru sampai saat ini tak jelas apakah akan berkoalisi dan membentuk poros sendiri. 

“Hampir semua parpol koalisi masih wait and see, enggak ada satupun yang clear,” katanya. 

Ia meyakini hal ini terjadi karena PDI-P selaku partai pemilik kursi terbanyak di parlemen belum bersikap. 

Meski bisa mengusung capres dan cawapres sendiri dalam pilpres 2024 mendatang, namun PDI-P terkesan hati-hati. 

Ia memprediksi, PDI-P baru akan bergerak di detik-detik terakhir jelang pendaftaran pasangan calon. 

Dan pergerakan PDI-P nantinya bukan tidak mungkin bisa membuyarkan koalisi yang saat ini sudah terbangun.

“Jadi kalau PDI-P enggak memulai, enggak akan ada yang berani mengambil langkah,” kata Pangi.

Maka, kesimpulan Pangi, langkah Puan yang memulai safari politik bisa menjadi awal yang menentukan perkembangan dan dinamika koalisi politik ke depan.

BERITA TERKAIT