20 August 2022, 18:09 WIB

PPP Pastikan Suharso Monoarfa Junjung Kehormatan Kiai


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa

KETUA DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syarifah Amelia menanggapi potongan pidato Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Karena tidak lengkap, hal itu menimbulkan kesalahan tafsir.

Jika disimak secara utuh, kunjungan Suharso ke beberapa kiai dalam acara pembekalan antikorupsi politik cerdas berintegrasi di Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Senin (15/8), tidak ada kesalahan. 

Amel menyampaikan Suharso tidak memiliki niat untuk menyinggung perasaan para kiai. 

Baca juga: Waketum DPP PPP Minta Polemik Soal Pidato Suharso Monoarfa Diakhiri

"Bagi PPP, pesantren adalah salah satu garda terdepan pendidikan umat, sehingga dalam pendidikan antikorupsi, kita harapkan dapat dimulai dengan memahami betul perbedaan pemberian hadiah/bisyarah, yang penuh kasih, serta infak/shodaqoh, yang berlandaskan keikhlasan, dengan praktik yang mengarah pada gratifikasi di lingkungan pesantren,” ujar Amel. 

Amel menjabarkan, PPP dituntut memberikan warna politik yang berbeda, bukan membenarkan yang biasa namun membiasakan yang benar. PPP harus mampu menjadi partai yang mewujudkan politik Berketuhanan yang Maha Esa, bukan berkeuangan yang maha kuasa, seloroh Kiai Gufron saat itu. 

Pada akhir acara pembekalan antikorupsi yang diberikan langsung oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada seluruh pengurus pusat PPP, Suharso, selaku Ketum PPP, menandatangani komitmen untuk membangun integritas internal parpol agar menolak politik uang dan praktik korupsi lainnnya.

Amel mengatakan, bagi PPP, penghormatan pada ulama adalah salah satu cara PPP mengingat jati dirinya. PPP dibentuk oleh ulama, diawasi oleh ulama, dan memperjuangkan ulama. 

Hal ini yang selalu ditanamkan oleh para petinggi Partai, termasuk Suharso.

“Ketua Umum Suharso sekali lagi menyampaikan tidak sedikit pun bermaksud untuk menyinggung Kiai dan Ulama, serta menyesalkan video pidato beliau yang dipenggal seadanya. Namun, Ketum Suharso mengakui beliau sangat terpukul jika sampai ada Ulama/Kiai yang terluka karena hal ini,”tambah Amel saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. 

Amel juga meyakinkan bahwa Suharso akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahpahaman ini dan dalam waktu dekat akan segera menemui Ulama dan Kiai untuk dapat berbincang dan memohon masukan secara langsung. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT