17 August 2022, 13:07 WIB

Pemuda Katolik Ajak Masyarakat Sukseskan Agenda Kebangsaan Jokowi


Abdillah M Marzuqi | Politik dan Hukum

Biro Pers Setpres
 Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo

KETUA Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan lima agenda kebangsaan. Ia mengatakan bangsa Indonesia memiliki harapan besar melahirkan Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

"Apa yang bapak presiden sampaikan dalam pidato hari ini merupakan arahan konkret yang harus kita wujudkan bersama. Kita tidak bisa bersandar pada tumpuan satu atau dua pihak saja, maka dengan semangat gotong royong mari kita bekerja sama demi Indonesia yang lebih baik kedepannya," tegas Gusma.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ada lima agenda besar nasional yang tidak boleh berhenti. Di antaranya adalah memperkuat perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat, serta dukungan terhadap UMKM. Presiden mengingatkan semua agenda tersebut harus ditopang oleh sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Oleh karenanya, pemerintah terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, hingga kebudayaan. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI (16/8).

Gusma mengungkapkan agenda nasional akan berjalan dengan efektif jika seluruh elemen pemuda bersatu dan giat dalam mengembangkan talenta yang dimiliki. Aktualisasi diri kaum muda akan menjadi roda penggerak di masa depan.

"Jangan ragukan komitmen Pemuda Katolik dalam mewujudkan agenda ini, dengan semangat Reborn and Grow Further kami siap menjadi bagian dari gerakan suksesi bonus demografi di Indonesia," kata Gusma.

Gusma mengatakan Pemuda Katolik juga ikut ambil bagian dalam ekosistem investasi dan pertumbuhan UMKM lewat gugus tugas khusus Gugus Tugas Unit Kerja Bisnis.

“Pemuda Katolik memiliki unit bisnis Petra Natural atau Bank Sampah PETRA,” sebutnya.

Terkait SDM unggul, Pemuda Katolik telah menjalin kerja sama dengan BKKBN untuk penanganan stunting dengan layanan promotif dan pengobatan yang semakin kuat dan merata. Ada juga kerja sama dengan Kominfo terkait program Gerakan Nasional Pemuda Petra Digital untuk pelatihan calon fasilitator dan instruktur utama Pemuda Petra Digital. Pemuda Katolik juga memiliki perhatian kepada para Pekerja Migran Indonesia dengan sinergi dengan BP2MI.

“Tentu agenda-agenda bangsa ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi butuh kolaborasi dengan komitmen, inovasi dan kreativitas,” pungkas Gusma. (OL-8)

BERITA TERKAIT