12 August 2022, 21:34 WIB

Super Garuda Shield 2022 Tak Ada Hubungannya Dengan Ketegangan Tiongkok-Taiwan


Dwi Apriani | Politik dan Hukum

ANTARA/M Risyal Hidayat
 ANTARA/M Risyal Hidayat
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

LATIHAN militer bersama antara TNI dengan US Army bertajuk Super Garuda Shield 2022 di Baturaja, OKU, Sumatera Selatan, sama sekali tidak terkait dengan ketegangan hubungan Tiongkok dan Taiwan sedang terjadi. Hal itu ditegaskan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Jumat (12/8).

"Ini adalah latihan ke-16 kali. Latihan tahun ini direncanakan berlangsung pada tahun lalu. Tahun lalu kan belum ada keliatan apa-apa (ketegangan Tiongkok-Taiwan," kata Andika.

Diakui Andika, untuk pelaksanaan latihan ini untuk kebutuhan logistik dan persiapan yang cukup berat. Andika mengatakan dalam mempersiapkan latihan ini butuh waktu setahun bagi pihaknya.

Adapun dalam pelaksanaan latihan puncak ini melibatkan 698 personil TNI AD, 750 personil US Army, 88 personil Australia Defends Force. Sementara untuk persenjataan dan alutsista yang digunakan yakni meriam 105 KH 178, meriam 105 M119, heli AH-64 Apache, heli UH-60 Blackhawk, helly bell 412, Astros, Himars, MO 60, dan MO 81.

"Kami (TNI) belajar, Amerika juga belajar menyangkut bagaimana mendorong alutsista yang dibutuhkan yang mana Australia, Singapura dan Amerika siapkan. Untuk kegiatan ini mereka kan menyiapkan anggaran masing-masing, peluru masing-masing. Ini semua butuh waktu karena cara bekerja pemerintahnya mirip-mirip (mirip Indonesia) karena rencana anggaran tahun ini sudah direncanakan tahun lalu. Jadi tidak ada hubungannya dengan itu (ketegangan Tiongkok-Taiwan)," jelasnya.

Andika menegaskan, bahkan keterlibatan Australia Defends Force dalam latihan tahun ini menjadi momentum baru dalam pelaksanaan Super Garuda Shield. TNI dan Australia sudah berlatih lebih dari 15 tahun secara bilateral, baik dengan AU, AD dan AL.

"Latihan Ini dilakukan di indonesia dan australia juga. Jadi kalau kita undang Australia dari tdinya bilateral menjadi multinasional atau multilateral ini sebetulnya bukan suatu kejutan tapi menambah kompleksitas. Karena koordinasi bukan hanya kesenjataan infantri, bagaimana koordinasi tentang bantuan tembakan dari kesenjataan penerbang angkatan darat tapi juga kompi infantri dari satuan lain dan ini merupakan nilai tambah dari latihan kali ini," beber Andika.

Latihan Super Garuda Shield kali ini, Andika menyebut sudah berjalan sukses. "Kita cukup sukses karena menggelar latihan menembak dengan peluru tajam dan ini dilakukan bukan hanya oleh prajurit infantri yang menggunakan senjata perorangan tapi juga digunakan oleh kesenjataan lain yang tugasnya memberikan bantuan tembakan seperti alteleri medan dengan roketnya. Menggunakan Astros oleh Indonesia dan Amerika menggunakan Himars," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT