10 August 2022, 15:57 WIB

Setara: Polri Harus Terus Diawasi dan Dikritik


Sri Utami | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Potret anggota Polri melakukan pengamanan di Kepulauan Riau.

KETUA Setara Institute Hendardi menilai penetapan Irjen Ferdy Sambo (FS) sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J menjadi bukti transparansi dan kinerja berbasis data yang dilakukan Polri. 

Sebagai salah satu instrumen penting penegakan hukum, Polri tetap harus menjalankan tugas legal dan konstitusional untuk menegakkan keadilan.

"Polri harus diawasi dan dikritik, tetapi sebagai sebuah mekanisme tentu harus dipercaya," tutur Hendardi, Rabu (10/8).

Langkah maju Polri dalam penanganan kasus pembunuhan tersebut memutus berbagai spekulasi dan politisasi, yang mengaitkan peristiwa ini dengan banyak hal di luar isu pembunuhan.

"Meskipun motif pembunuhan itu mungkin belum terungkap, tetapi penetapan tersangka atas FS telah mengalami kemajuan signifikan. Serta, memutus politisasi banyak pihak yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan politik dan keamanan," katanya. 

"Capaian ini bukan hanya ditujukan untuk menjaga citra Polri semata. Tetapi yang utama menunjukkan bahwa kinerja instrumen keadilan ini masih bekerja dan dipercaya," imbuh Hendardi.

Dalam keterangan tertulisnya, Polri dinilai terkesan sangat berhati-hati. Sebab, peristiwa tersebut menyangkut perwira tinggi Polri dan adanya upaya menghalangi proses penegakan hukum (obstruction of justice).

"Belum lagi informasi menyangkut kasus ini yang sangat masif. Membuat proses penyidikan sempat terhambat," pungkas dia.

Di tengah menurunnya kepercayaan publik pada institusi Polri, kasus ini menjadi ujian terberat bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Sekalipun akhirnya Listyo lulus dari ujian tersebut, dengan menetapkan FS sebagai tersangka.(OL-11)

BERITA TERKAIT