05 July 2022, 10:06 WIB

Presiden Minta Polri Jangan Ceroboh


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Youtube Sekretariat Presiden
 Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat berpidato di peringatan HUT Bhayangkara di Semarang, Jawa Tengah.

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Kapolri dan seluruh jajarannya untuk bekerja secara prediktif, responsibilitas, dan transparansi serta berkeadilan (presisi) dan hati-hati.

Hal tersebut wajib dilakukan demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bahayangkara.

Kepala negara mengakui, saat ini, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kepolisian baru 58,3%. Sebanyak 28,3% responden menilai Polri belum bekerja sesuai presisi dan 13,1% mengaku tidak tahu.

Baca juga: Member JKT48 Diduga Dilecehkan di Sukoharjo, Ini Kata Polisi

"Sebanyak 58,3% responden menyatakan tindakan Polri sesuai dengan visi presisi. Tapi ingat, ada 28,6% menyatakan belum sesuai," ujar Jokowi saat memimpin Upacara Peringatan ke-76 Hari Bhayangkara 2022 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7).

Ia menjelaskan kepolisian adalah satuan keamanan yang memiliki kewenangan begitu besar. Organisasi tersebut menembus hingga ke tingkat desa dan setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Semua tindakan anggota Polri pun akhirnya selalu dalam pengamatan dan penilaian rakyat.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan tindakan-tindakan ceroboh anggota kepolisian saat melayani masyarakat harus dihindari. Meskipun jumlahnya kecil, itu sangat mempengaruhi penilaian publik terhadap Korps Bhayangkara.

"Setiap kecerobohan apapun di lapangan, sekecil apapun itu, bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Oleh karena itu, bekerjalah dengan hati-hati, bekerjalah dngan presisi," tandas Jokowi. (OL-1)

BERITA TERKAIT