01 July 2022, 21:44 WIB

Kejagung Periksa Dirut Wakita Beton Precast


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

Dok Kejagung
 Dok Kejagung
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT Waskita Beton Precast berinisial FPR sebagai saksi. Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi yang membelit perusahaan tersebut dalam periode 2016-2020.

Inisial FPR merujuk nama FX Poerbayu Ratsunu. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, penyidik memeriksa Poerbayu terkait laporan keuangan anak perusahaan BUMN Waskita Karya itu.

"Saksi FPR diperiksa untuk memberikan keterangan terkait laporan keuangan PT Waskita Beton Precast," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (1/7).

Poerbayu sendiri ditunjuk menjadi Dirut Waskita Beton Precast melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2021 silam.

Pemeriksaan tersebut, lanjut Ketut, dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewangan dalam penggunaan dana Waskita Beton Precast.

Dugaan rasuah di Waskita Beton Precast terjadi karena adanya penyimpangan sejumlah proyek. Proyek-proyek itu adalah pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), pekerjaan produksi tetrapod dari PT Semutama, pengadaan batu split dengan penyedia PT Misi Mulia Metrical, dan permasalahan atas transaksi jual beli tanah di wilayah Bojanegara, Serang, Banten.

Sejak ditingkatkan ke penyidikan 17 Mei 2021, penyidik Gedung Bundar belum menetapkan tersangka dalam perkara itu. Adapun kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. (OL-8)

BERITA TERKAIT