25 June 2022, 15:55 WIB

Elit Politik Saling Sindir, Pengamat: Jangan Saling Menjatuhkan


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

MI/Seno
 MI/Seno
Ilustrasi

PARA elite politik yang saling sindir dinilai harus mengingat batasannya. Jangan sampai aksi tersebut menimbulkan perpecahan.

"Persaingan politik akan makin tinggi, makin kencang itu harus direm. Jangan sampai kebablasan, jangan sampai terjadi fitnah, menebar hoaks," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada Medcom.id, Sabtu, 25 Juni 2022.

Ujang mengatakan saling sindir sebagai bentuk strategi elite politik. Pihak yang berseteru akan lebih banyak disorot publik.

Hal itu menjadi modal mereka untuk makin dikenal masyarakat. Terlebih, momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang kian dekat dan mereka membutuhkan elektabilitas yang tinggi.

"Elite-elite politik kita sangat paham, kalau tidak ada kontroversi, pemberitaan bombastis, maka tidak akan ada dilihat oleh publik dan tak menjadi pusat pandangan rakyat," ucap Ujang.

Dia mendorong narasi saling sindir harus konstruktif untuk kepentingan bangsa. Bukan saling sindir untuk menjatuhkan lawan politik.

"Kita ingin membangun wacana atau narasi politik yang berlandaskan pada ide dan gagasan. Sehingga, narasi yang dikembangkan narasi kebaikan dan kebenaran," ujar Ujang.

Baca juga: DPD Gerindra DKI belum Terima Surat Pengunduran M Taufik

Sebelumnya, putri kedua Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menyindir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Yenny mengimbau politikus yang hasil survei elektabilitas tak terlalu mengangkat, tidak perlu ngotot mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Tak usah terlalu ngotot," ujar Yenny saat berkunjung ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (22/6).

Sindiran itu dibalas Cak Imin. Dia menyebut Yenny gagal dalam membangun partai. "Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri saja gagal lolos," kata Cak Imin saat dikutip dari akun Twitter @cakimiNOW, keesokan harinya.

Aksi saling sindir juga terjadi antara PKB dan Partai Amanat Nasional (PAN). Cak Imin menyindir menteri baru yang akting kaget soal harga barang naik.

Sindiran Cak Imin itu merujuk pada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang diangkat menjadi Menteri Perdagangan. Lalu, dibalas oleh PAN yang menyebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, 'seperti tidak ada'.(OL-4)

BERITA TERKAIT