23 June 2022, 22:14 WIB

Cegah Korban Jiwa, KPU Batasi Usia Anggota Badan Ad Hoc


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Pekerja melakukan perakitan kotak suara di gudang KPU Badung.

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI bakal menerapkan kebijakan pembatasan usia anggota badan ad hoc untuk menggelar tahapan Pemilu 2024.

"Kebijakan yang pernah diterapkan KPU pada saat Pilkada 2020, itu membatasi batas usia badan ad hoc, yakni 20-50 tahun," terang Komisioner KPU RI Idham Holik kepada Media Indonesia, Kamis (23/6).

Idham menuturkan kebijakan itu selaras dengan hasil kajian Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terkait faktor umum penyebab banyak anggota yang meninggal dunia.

Baca juga: Surya Paloh: Kunjungan Mas Agus Pererat Komunikasi dan Silaturahmi

"Pada umumnya mereka yang meninggal, karena faktor kelelahan saat pemungutan dan pemilihan pemilu. Selain faktor komorbid, itu juga faktor usia," ungkapnya.

"Kami akan menjalankan kebiajakan yang pernah diterapkan pada Pemilu 2020, yaitu pembatasan usia badan ad hoc," imbuh Idham.

Pihaknya juga akan menindaklanjuti kerjasama atau MoU dengan Kemenkes terkait jaminan kesehatan panitia. "Kami akan audensi dengan Kemenkes untuk menindaklanjuti secara teknis, agar saat rekrutmen badan ad hoc, dapat dilakukan pengecekan kesehatan," pungkasnya.

Baca juga: KPU: Persoalan Lingkungan Jadi Potensi Penghambat Pemilu 2024

Terkait masa penyelesaian sengketa Pemilu 2024, Idham menyebut secara informal, Ketua KPU Hasyim Asy'ari, telah melakukan komunikasi dengan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

"Tentunya dalam waktu dekat kami akan ada komunikasi secara formal. Dalam rakor persiapan pendaftaran parpol, rapat intergasi sipol, Bawaslu selalu kami undang," jelas Idham.(OL-11)

BERITA TERKAIT