23 June 2022, 20:14 WIB

Indonesia-Malaysia Gelar Pertemuan Perkuat Kerja Sama di Perbatasan


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Ist
 Ist
Sidang ke-16 High Level Committee (HLC) Indonesia-Malaysia digelar pada Kamis (23/6) di Bandung. 

PERSIDANGAN ke-16 High Level Committee (HLC) Indonesia-Malaysia digelar pada Kamis (23/6) di Bandung. Dalam pertemuan kali ini,  pemerintah Indonesia bertindak selaku tuan rumah. 
 
Delegasi Indonesia yang diketuai Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa dan beranggotakan para pejabat dari kementerian/lembaga negara antara lain: Mabes TNI, Polri, Kemendagri, dan Basarnas.

Adapun, delegasi Malaysia diketuai Panglima Angkatan Tentara Malaysia, Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang dan beranggotakan pejabat dari Markas Angkatan Tentara Malaysia dan pejabat terkait lainnya. 
 
Salah satu agenda dalam Persidangan ke-16 HLC adalah pelaporan sub forum di bawah organisasi HLC yaitu Coordinated Operation Control Committee (COCC), Jawatan Kuasa Latihan Bersama (JKLB), Joint Police Cooperation Committee (JPCC), dan Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kerja Sosio Ekonomi Malaysia- Indonesia (KK/JKK Sosek Malindo).
 
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan selaku Ketua KK Sosek Indonesia menyampaikan kegiatan kerja sama Sosek Malindo periode september 2019 sampai dengan Juni 2022.

Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19 telah dapat terlaksana Persidangan ke-16 Sekretariat Bersama (Sekber) Khas/ Khusus JKK/KK Sosek Malindo dan Persidangan JKK/KK SOSEK Malindo Khas/Khusus Pada tahun 2021 secara virtual. 
 
“Kerja sama KK/JKK Sosek Malindo dan Sub Organisasi dibawahnya telah memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Malaysia di bidang sosial-ekonomi di kawasan perbatasan," jelasnya.

"Di antaranya fasilitasi perdagangan di kawasan perbatasan pada masa pandemi covid-19 dan kegiatan yang bertujuan agar komunikasi pada forum KK/JKK Sosek Malindo tetap terjalin dengan baik khusunya di masa pandemi,” ujar Safrizal.
 
Dalam persidangan tersebut, Forum Sosek Malindo memberikan saran perlunya didorong penyelesaian review Border Crossing Agreement (BCA) 2006 dan Border Trade Agreement (BTA) 1970 serta penyelesaian isu terkait roadtax khususnya di Kawasan Entikong.

Baca juga: Patok Batas Negara RI-PNG dalam Kondisi Aman

"Perlu menjadi perhatian bahwa perlu untuk mendorong perdagangan lintas batas guna peningkatan ekonomi di kawasan perbatasan dan perlunya kerja sama pencegahan, penyelundupan barang-barang terlarang", sambung Safrizal.
 
Dalam kesempatan ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan penekanan yang disampaikan kepada Ketua KK/JKK Sosek Malindo untuk meneruskan kegiatan kerja sama yang tertunda, termasuk menyempurnakan proyek pembangunan di kawasan perbatasan dan mendorong penuntasan pembahasan review BCA 2006 dan BTA 1970. 
 
Adapun, berdasarkan prinsip resiprokal, Persidangan Ke-17 HLC Malindo akan diselenggarakan di Malaysia dan waktu yang disepakati bersama.

"Tentunya berbagai instrumen komunikasi terus kita lakukan, tidak hanya untuk mempererat hubungan kedua negara, namun juga mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat Indonesia di kawasan perbatasan", pungkas Safrizal. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT