21 June 2022, 12:13 WIB

Rugi Rp15 Miliar, Korban Robot Trading ATG Lapor Bareskrim


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi

SEBANYAK 141 orang melaporkan robot trading Auto Trade Gold (ATG) ke Bareskrim Polri. Mereka melaporkan total kerugian sebesar Rp15 miliar. 

Kuasa hukum korban, Adi Gunawan mengatakan, laporan terhadap ATG sudah diterima dan teregister dengan nomor LP: STTL/179/VI/2022/Bareskrim. Laporan dilayangkan buntut dari somasi korban yang tidak direspons terlapor.

"Sebelum membuat laporan polisi, kami telah melayangkan somasi terlebih dahulu terhadap pihak ATG. Namun somasi kami tidak mendapat tanggapan serta itikad baik dari pihak ATG, sehingga kami melangkah dan menempuh upaya hukum yaitu membuat LP di Mabes Polri," ujar Adi lewat keterangannya, Selasa (21/6).

Ia berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan dugaan penipuan robot trading ATG karena korbannya tidak sedikit.

"Kami harap Mabes Polri segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sehingga para terlapor dapat cepat ditangkap," tandasnya.

Sebelumnya ATG juga dilaporkan ke Polda Lampung beberapa waktu lalu. Dalam pelaporan itu, korban memolisikan Wahyu Kenzo selaku pemilik ATG atas dugaan pelanggaran UU ITE dan penipuan.

Laporan terhadap Wahyu teregister dengan nomor LP/B/383/IV/2022/SPKT/Polda Lampung tertanggal 4 April 2022. Wahyu dilaporkan oleh salah satu korban berinial DHS.

Sejauh ini, sambung Adi, pihaknya turut menangani klien dari kasus dugaan penipuan investasi berskema ponzi lainnya yang kini masih terus diusut kepolisian.

Kasus-kasus tersebut di antaranya seperti robot trading DNA Pro, Farenheit, dan Millioner Prime.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memblokir 68 web investasi ilegal termasuk robot trading pada 2022
 
336 robot trading juga diblokir seperti Net89/SmartX, Auto Trade Gold, Viral Blast, Raibot Look, DNA Pro, EA 50, Sparta, Fin888, Fsp Akademi Pro serta perusahaan lain yang sejenis. 

Sebelumnya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti  Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengimbau masyarakat harus mengetahui modus yang digunakan pelaku kegiatan investasi ilegal, seperti robot trading, agar tidak menjadi korban.

Penyedia layanan robot trading biasanya menjanjikan fix income atau profit sharing yang ditawarkan melalui radio, televisi, media elektronik, dan sosmed. (Ant/OL-8)

 

 

BERITA TERKAIT