19 June 2022, 21:55 WIB

Baitul Muslimin Sebut Puan Maharani Sosok Nasionalis-Relijius yang Tepat


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Ketua Baitul Muslimin Indonesia Hamka Haq saat berbicara dalam diskusi mengenai Puan Maharani

KETUA Umum Baitul Muslimin Indonesia (BMI) Hamka Haq mengakui kepemimpinan Puan Maharani adalah kepemimpinan yang kuat, tidak mudah didikkte, genuine, dan kombinasi lengkap kekuatan kepemimpinan nasionalis-relijius yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. 

Kekuatan kepemimpinan Puan seperti ini utamanya selain warisan Bung Karno, Megawati dan Taufiek Kiemas, juga bersumber dari kekuatan partai karena Puan merupakan kader tulen partai politik yaitu PDIP.

“Puan itu muncul sebagai orang tulen partai politik, anak kandung PDIP yang artinya kekuatan dia satu-satunya sebagai sandaran adalah partai politik, tentu selain PDIP juga dengan partai-partai lain nantinya sebagai bagian koalisi untuk Pilpres 2024. Ini dengan sendirinya membendung dominasi oligarki seperti yang kita saksikan dalam kepemimpinan nasional selama ini,” ungkap Hamka dalam keterangannya, Minggu (19/6).

Dia menjelaskan, bahkan sekelas kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama ini pun tidak luput dari pengaruh oligarki karena dia tidak menjadikan partai politik sebagai tempat sandaran utama dia. 

Sosok seperti Puan adalah koreksi atas kepemimpinan yang didominasi oleh oligarki termasuk yang selama ini banyak membuat Presiden Jokowi tersandera. 

“Jadi kalau selama ini oligarki itu mendominasi, itu karena pemimpin kita tidak punya kekuatan. Memang pemimpin itu tidak mesti populer, karena yang penting dia kuat sebagai pemimpin, tidak mudah didikte untuk mampu menghantarkan bangsa dan negara lebih baik lagi. Dan itu ada pada kepemimpinan Puan Maharani,” sambung Hamka.

Baca juga : Perempuan NU Solid Dukung Gus Muhaimin Maju Pilpres 2024

Selain itu, Puan kata dia, punya modal kepemimpinan nasionalis-relijius yang dia wariskan langsung dari kepemimpinan Bung Karno, Megawati dan Taufiek Kiemas. Bicara Bung Karno jelas adalah sosok nasionalis tulen, tetapi juga menggali sumber kekuatan politiknya bersama tokoh-tokoh islam seperti Hos Cokroaminoto pendiri Serikat Islam sekaligus mertua Bung Karno sendiri. 

BUkan hanya itu Bung Karno memiliki kedekatan khusus dengan tokoh-tokoh Islam serta menjadi orang pertama di PBB yang menyampaikan pesan Al-Quran di hadapan pemimpin-pemimpin dunia. 

“Kalau citra relijius Bung Karno itu jelas sekali. Ditambah lagi warisan dari sang ayah Pak Taufiek Kiemas yang ayahnya orang Sumatera Selatan, sedangkan ibunya seorang Minangkabau. Jelas sekali dalam diri Puan itu Indonesia yang beraneka ragam, ada darah Jawa, ada Bali, ada Sumatera Selatan, dan Minangkabau. Jadi Kebangsaan sudah jelas dipadu dengan kekuatan relijius maka itu akan menjadi perpaduan yang kuat dan ideal,” sambung Hamka.

Selama ini juga dia melihat Puan banyak memberi perhatian pada kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ibadah haji, memastikan anak-anak banyak menghafalkan Quran, pengajian dan belum lama ini mempersembahkan sebuah Masjid At Taufiek di halaman kantor sekolah partai PDIP. 

“Jadi kekuatan nasionalis-relijius itu lengkap ada pada sosok Ibu Puan. Dan ini ideal untuk Indonesia karena yang mampu menjaga Pancasila tetap tegak ke depan adalah kekuatan nasionalis-relijius itu. Ibu Puan memiliki dua-duanya,” pungkas Hamka. (OL-7)

BERITA TERKAIT