18 June 2022, 14:55 WIB

Hadi Tjahjanto Diminta Bereskan Ketimpangan di Lahan IKN Nusantara


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
 ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Petugas mengoperasikan alat berat saat menyelesaikan akses jalan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara

MANTAN Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto yang baru dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai punya pekerjaan rumah (PR) di lahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Yakni, membereskan persoalan ketimpangan di lahan tersebut.

"Jadi justru yang harus diperhatikan oleh menteri ke depan bagaimana memastikan target IKN percepatan itu sejalan dengan perlindungan dan pembentukan masyarakat termasuk ketimpangannya," kata Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Dramaturgi Reshuffle', Sabtu, 18 Juni 2022.

Menurut Dewi, lokasi lahan IKN terjadi berbagai konflik agraria. Misalnya, penguasaan tanah hingga konflik dengan masyarakat lokal terkait penggunaan lahan IKN.

"Nah ini yang di khawatirkan adalah percepatan (IKN) tidak sejalan dengan perlindungan dan pemenuhan masyarakat terutama masyarakat adat. Ada tumpang tindih perkampungan wilayah adat yang tumpang tindih dan menjadi target dari pengadaan tanah untuk IKN," ujar Dewi.

Dewi berharap Hadi mampu membereskan berbagai konflik agraria tak hanya di kawasan IKN Nusantara. Hadi juga diharapkan mampu beradaptasi dengan masalah tersebut dan bertindak cepat.

Dia tak memungkiri pemahaman di lingkup agraria membutuhkan waktu. Penyelesaian konflik agraria harus memenuhi instrumen berpihak pada rakyat.

"Dari segi waktu tidak kita tidak terlalu banyak berharap, karena dari sisi track record memang kapasitas pemahamannya di bidang agraria tentu masih perlu waktu untuk memahami," ucap Dewi.(OL-4)

BERITA TERKAIT