17 June 2022, 15:48 WIB

Bawaslu Gandeng Media Group Bangun Demokrasi yang Lebih Baik


Febry Septiyan (MGN), Yuchri Prabudi (SB) | Politik dan Hukum

MGN/Febry Septiyan
 MGN/Febry Septiyan
Bawaslu RI melakukan media visit ke Media Group News (MGN) di Kompleks Media Group pada Jumat (17/6/2022).

BADAN Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) melakukan media visit ke Media Group News (MGN) di Kompleks Media Group pada Jumat (17/6/2022) pagi ini. Pertemuan Bawaslu dan Media Group Network ini mendiskusikan tentang Literasi Digital Menjelang Pemilu 2024.

Bawaslu RI akan bekerja sama dengan MGN dalam pemberitaan Pemilu 2024. Diharapkan seluruh pemberitaan pemilu dan pilkada pada 2024 dapat membangun demokrasi Indonesia yang lebih baik. 

Ketua Badan Pengawas Pemilu Rahmat Bagja didampingi anggota Bawaslu lainnya diterima Pimpinan Media Group News yakni Arief Suditomo selaku News Director & Editor in Chief Metro TV, Nunung Setiyani Deputi News Director Metro TV, Dian Rohaeni Head of News Sekretariat Metro TV, Teguh Nurwahudi Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia dan Widya Saputra PR & Publicity Manager.

"Kerja sama kali ini membahas dengan MGN untuk melakukan pemberitaan yang baik. Ke depan kita harus bekerja sama dalam hal untuk menjelaskan kepada masyarakat, di mana informasi yang benar dan informasi yang tidak benar. Informasi yang kemudian harus disebarkan dan tidak harus disebarkan," ujar Rahmat di sela-sela pertemuan.

Ia menilai media mainstream seperti Metro TV itu menjadi clearing of information terhadap media sosial yang sekarang terlalu banyak mengunggah berita. "Berita yang benar dan tidak benar, yang terkadang lebih banyak yang tidak benarnya," lanjut dia.

Rahmat berharap kerja sama ini bisa menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024. Apa lagi Metro TV mempunyai program election Channel yang sudah dimulai sebelum tahapan pemilu. 

"Kita akan membuat MoU dan juga membuat informasi yang diberikan kepada media mainstream serta membantu Bawaslu dalam pemberitaan. Informasi yang diberikan hal menyejukkan, soal pemilu, serta media sosial ke depannya." (Ypb/A-3)

BERITA TERKAIT