14 June 2022, 21:14 WIB

KPU Resmi Luncurkan Tahapan Awal Pemilu 2024


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

ANTARA/Boyke Ledy Watra
 ANTARA/Boyke Ledy Watra
KPU secara resmi meluncurkan tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI resmi meluncurkan tahapan awal Pemilu 2024. Pembukaan tahapan awal Pemilu diadakan di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa malam (14/6).

Tampak hadir beberapa pejabat, seperti Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia. Lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Wamenkumham Wamenkumham Edward O.S Hiariej.

Tak hanya perwakilan dari legislatif dan eksekutif yang menghadiri pembukaan, sejumlah petinggi partai politik, seperti Sekjen PAN Eddy Soeparno,  hingga Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus turut hadir dalam pembukaan tahapan pesta demokrasi 2024 itu.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menuturkan bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto juga akan hadir.

Usai tahapan awal Pemilu 2024 resmi dimulai, KPU gaspol merancang perencanaan program dan Anggaran serta Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemilu.

Baca juga: Petugas KPU Harus Ramah Layani Pemilih dan Peserta Pemilu

Hasyim juga mengatakan pihaknya   siap mengawal Pemilu 2024. “Berdasarkan hal itu, penting sama-sama berkomitmen menjadikan pemilu sarana integrasi bangsa sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Hasyim di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa, (14/6).

Hasyim mengemukakan pemilu merupakan ajang yang indah dan unik. Sebab, partai politik (parpol) berkoalisi untuk mengusung calon presiden.

“Parpol juga berjuang meraih suara dan kursi tapi menahan diri walau sama-sama merebut suara karena punya pasangan calon yang sama,” terangnya.

Tak hanya itu, parpol bamal fokus merebut kursi di tingkat legislatif. Mulai dari DPR, DPD, hingga DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

“Setelah berkompetisi meraih suara, dalam waktu yang tidak lama parpol kembali berangkulan dalam mendukung atau mencalonkan pasangan calon kepala daerah,” papar Hasyim.

Terakhid, Hasyim membeberkan bahwa pemilu bisa menjadi ajang konflik tetapi juga sebagai kompetisi yang legal.

“Untuk menjamin kompetisi itu berujung pada integrasi,” pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT