11 June 2022, 14:57 WIB

Masinton: Menteri Kebelet Nyapres Pantas Direshuffle


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

Dok MI
 Dok MI
Masinton Pasaribu

POLITISI PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai reshuffle atau perombakan anggota Kabinet Indonesia Maju diperlukan. Khususnya menteri yang berambisi untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Ya (reshuflle) menteri yang kebelet nyapres," kata Masinton dalam diskusi virtual bertajuk 'Jangan Pegal Nunggu Reshuffle', Sabtu (11/6).

Masinton enggan secara tegas menyebut nama menteri yang dimaksud. Menurut dia, hal itu akan membuat sosok menteri yang tidak punya partai politik (parpol) itu punya ruang lebih luas untuk dibicarakan.

"Enggak perlu saya sebutlah nanti gede kepala, nanti sama saja kita mengkampanyekan dirinya kalau kita sebut dan itu tampang dimana-mana," ujar Masinton.

Anggota Komisi XI DPR itu menekankan bahwa perombakan kabinet diperlukan untuk menyelesaikan persoalan nasional. Sekaligus mengevaluasi sejumlah kebijakan dari masing-masing pos kementerian.

Menteri yang tidak fokus kerja juga dinilai pantas untuk diganti. Lalu, menteri yang tidak kunjung beres menyelesaikan persoalan nasional seperti krisis minyak goreng turut perlu dirombak.

"Begitu pun dengan minyak goreng, itu harus segera dievaluasi. Tidak ada sejarah dalam republik merdeka kita, tidak ada dalam satu masa periode masa pemerintahan terjadi rakyat mengantre berbulan-bulan, tidak pernah ada," ucap Masinton.

Isu reshuffle kabinet kembali berhembus. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa reshuffle tidak dalam waktu dekat.

"Belum," ujar Jokowi di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2022.

Kabar terkait bongkar pasang kabinet dilontarkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Dia menyinggung perihal tersebut belum lama ini.

Ia mengatakan perombakan kabinet dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. Menurut Pratikno, penyelesaian masalah bangsa mesti dipercepat. (OL-8)

BERITA TERKAIT