11 June 2022, 14:52 WIB

BEM UB Akui Keberhasilan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

MI/ HO
 MI/ HO
Presiden BEM UB Moch Ali Yahfie

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya (UB) menilai kebijakan penanganan pandemi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil beri dampak positif.

Hal itu disampaikan Presiden BEM UB Moch Ali Yahfie saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Menyiapkan Ketahanan Infrastruktur Kesehatan Dalam Antisipasi Masa Depan di Universitas Brawijaya, Malang. 

Dia menyebut saat ini masyarakat sudah cukup jenuh dengan kondisi dari hadirnya virus Covid 19. Meski demikian hal itu sudah teratasi melalui berbagai kebijakan Jokowi menyoal penanganan pandemi.

"Melihat kondisi di lapangan masyarakat sudah cukup jera dengan Covid 19 ini, ya menurutku di lost-in dulu tapi dengan tanda kutip imun dari setiap masyarakat ditanggung," ujar Ali Yahfie.

Lebih lanjut dia mengatakan, keberhasilan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi patut mendapatkan apresiasi. Sehingga nantinya diharapkan dapat terus menghasilkan banyak kebermanfaatan bagi masyarakat. 

Meski dikatakan berhasil, Ali Yahfie menilai, dalam pelaksanaan penanganan pandemi diperlukan keseriusan yang lebih matang. Karena dengan begitu dapat menjadi bekal untuk kebijakan kesehatan di masa depan.

"Berhasil atau tidak itu subjektif kalau menurutku berhasil tapi kurang optimal. Dilihat dari kebijakan awal pandemi," ujarnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi  memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di area terbuka. Kebijakan itu diambil seiring dengan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang kian hari semakin terkendali. 

Terpisah, Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan risiko penularan COVID-19 di Indonesia saat ini sudah sangat rendah jika dibandingkan dengan situasi di beberapa negara lain.

"Data Indonesia dibandingkan dengan data luar negeri, Indonesia amat sangat bagus. Indonesia rangking dunia nomor 40 lebih, rumah sakitnya sepi, positivity rate rendah banget di bawah 3 persen, yang divaksinasi semakin banyak," kata Zubairi sembari mengimbau masyarakat untuk tidak jumawa dan tetap berhati-hati. (Ant/OL-8)

 

BERITA TERKAIT