08 June 2022, 15:55 WIB

Ponpes Ngruki Bantah Abdul Qadir Hasan Baraja Salah Satu Pendirinya


Widjajadi | Politik dan Hukum

MI/Widjajadi.
 MI/Widjajadi.
Pihak Ngruki meminta BNPT mencabut pernyataan yang mengaitkan antara penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja dengan pendiri Pondok Ngruki. 

PENGURUS Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, memberikan klarifikasi terkait Abdul Qadir Hasan Baraja yang dikatakan sebagai bagian pendiri lembaga tersebut. Klarifikasi itu sebagai bantahan atas penjelasan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Menurut jubir Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Endro Sudarsono, pendiri pondok ada enam orang. Lima di antara mereka sudah meninggal. 

"Abdul Qadir Hasan Baraja bukan pendiri. Enam pendiri ialah Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Ustaz Abdullah Sungkar, Ustaz Hasan Basri, Ustaz Abdul Kohar, Ustaz Yoyok Ruswadi, dan keenam ialah Ustaz Abdullah Baraja dari Solo," kata dia.

Menurut dia, yang masih hidup tinggal Ustaz ABB. Karena itu, pemberitaan bahwa Abdul Qadir Hasan Baraja, pimpinan Khilafatul Muslimin, merupakan pendiri Ponpes Ngruki jelas tidak benar.

Baca juga: Ini Sepak Terjang Abdul Qadir Baraja di Khilafatul Muslimin

Endro mengatakan, Ustaz Abullah Baraja sudah meninggal sejak 2007 dan tidak pernah terkooptasi dengan NII. "Jadi sama sekali tidak ada korelasinya dengan Abdul Qadir Hasan Baraja yang ditangkap di Lampung," imbuh dia bersama sejumlah pengasuh Al Mukmin,Ngruki ketika memberikan penjelasan kepada wartawan.

Ia menegaskan tidak ada kaitan antara Abdullah Baraja sebagai pendiri Pondok Ngruki dengan NII serta organisasi Khilafatul Muslimin. Tidak ada pula kaitan antara Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dengan Khilafatul Muslimin. 

Karena itu, pihak Ngruki meminta BNPT mencabut pernyataan yang mengaitkan antara penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja dengan pendiri Pondok Ngruki. (OL-14)

BERITA TERKAIT