07 June 2022, 20:24 WIB

Usut Korupsi Besi Baja, Kejagung Periksa 5 Saksi dari Kemenperin


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa lima saksi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam penyidikan kasus korupsi impor besi baja. 

Adapun kelima saksi diperiksa untuk tiga tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Direktur Industri Logam pada Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) berinisial BS. 

Inisial itu merujuk nama Budi Susanto yang menjabat sebagai Direktur Industri Logam periode Agustus 2020 sampai Januari 2022.

Baca juga: KPK Tengah Menginterogasi Hasil OTT di Yogyakarta

"Diperiksa untuk menjelaskan terkait penerbitan pertimbangan teknis dalam importasi besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya," ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedena dalam keterangan resmi, Selasa (7/6).

Empat saksi lainnya adalah Koordinator Software dan Content pada Direktorat ILMATE Nosadyan Nasyim dan Kepala Sub Direktorat Industri Logam Besi Dini Hanggandari. Lalu, Danil Zuhry Akbar selaku PNS pada Kemenperin, serta Kepala Puat Data dan Informasi pada Kemenperin Wulan Aprilia Permatasari.

Ketut menerangkan bahwa penyidik JAM-Pidsus mendalami Nosadyan terkait penjelasan teknis penerbitan pertimbangan teknis di Kemenperin. Sementara itu, Dini diperiksa terkait parameter pemberian pertimbangan teknis atas impor besi baja.

Lebih lanjut, Danil diperiksa terkait penerbitan pertimabangan teknis dalam importasi besi atau baja. Adapun pemeriksaan terhadap Wulan difokuskan untuk menjelaskan jumlah pertimbangan teknis atas impor besi atau baja.

Baca juga: Kemendagri: Ormas Diperlukan untuk Sukseskan Pemilu

 

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada 2016-2021," papar Ketut.

Diketahui, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka perorangan dalam kasus tersebut. Salah satunya, mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Direktorat Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tahan Banurea.

Lalu, dua tersangka lainnya, yakni Budi Hartono Linardi selaku pemilik PT Meraseti Logistik Indonesia dan manajer PT Meraset Logistik Indonesia bernama Taufiq.

Selain perorangan, Kejagung turut menersangkakan enam korporasi sebagai tersangka. Keenamnya adalah PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Inti Sumber Bajasakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati dan PT Prasasti Metal Utama.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT