18 May 2022, 17:13 WIB

Hikmahanto Juwana: Singapura Punya Hak Eksklusif Tolak UAS


Jean Willyam (MGN), Muhardi (SB) | Politik dan Hukum

MGN/Jean Willyam
 MGN/Jean Willyam
GURU Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana.

GURU Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana menilai pemerintah Singapura memiliki hak eksklusif untuk menolak Ustaz Abdul Somad alias UAS masuk ke negaranya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di sana. Petugas imigrasi setempat juga berhak menolak masuk UAS saat melakukan pengecekan.

"Memang terkait penolakan, ini merupakan hak eksklusif yang dimiliki oleh Singapura sebagai sebuah negara yang berdaulat dan subyektivitas dari petugas imigrasi yang berhadapan dengan UAS," ujar Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, Rabu (18/5/2022).

Ia lalu memberi contoh aturan imigrasi di Indonesia. Pasal 13 UU Keimigrasian, pejabat Imigrasi bisa menolak warga asing yang masuk ke negara ini. "Berdasarkan pasal ini pejabat imigrasi kita secara subyektif bisa saja menolak WNA yang akan masuk," jelasnya.

Namun Hikmahanto menilai alasan pemerintah Singapura menolak UAS tidak bijak, lantaran berpotensi menyinggung perasaan masyarakat Indonesia yang mengagumi UAS. "Apa yang jadi alasan sepertinya dipikirkan secara matang dan ditulis secara cermat, tetapi tidak bijak. Karena substansi yang jadi alasan berpotensi untuk menyinggung perasaan sebagian rakyat Indonesia terutama mereka yang mengagumi UAS," jelasnya.

Hikmahanto berpendapat pemerintah Indonesia dengan pemerintah Singapura perlu mencari solusi atas permasalahan ini. "Ini yang kemudian harus dicari jalan keluar antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Singapura sehingga ada semacam soft landing untuk selesaikan permasalahan ini," katanya. (Mhd/A-3)

BERITA TERKAIT