17 May 2022, 22:40 WIB

Singapura: Abdul Somad Ditolak Masuk Karena Dukung Ajaran Ekstremis dan Kekerasan


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

MI/ Pius Erlangga
 MI/ Pius Erlangga
Abdul Somaf Batubara

KEMENTERIAN Dalam Negeri (MHA) Singapura mengungkapkan alasan pendakwah Abdul Somad Batubara (Somad) ditolak masuk ke negara tersebut. Kementerian menjelaskan, Somad tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada Senin (16/5) dari Batam bersama enam orang dalam rombongannya.

"Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama," kata Kementerian dalam sebuah pernyataan resmi, Selasa (17/5).

Dikatakan pernyataan tersebut, Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Kedua ajaran tersebut tidak dapat diterima di masyarakat multiras dan multiagama di Singapura.

"Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina dan dianggap sebagai operasi syahid," jelas pernyataan tersebut.

Somad dinilai juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat bersemayamnya jin (roh/setan) kafir. "Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir," jelas pernyataan itu 

Menurut pernyataan itu, masuknya pengunjung ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. "Sementara Somad berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial, Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," demikian pernyataan tersebut. (OL-8)

BERITA TERKAIT