16 May 2022, 14:50 WIB

Serangan KKB di Illaga Makin Menjadi, Pengamat: Segerakan untuk Dialog!


YAKUB PRYATAMA WIJAYAATMAJA | Politik dan Hukum

MI/AGUNG WIBOWO
 MI/AGUNG WIBOWO
Al Chaidar

KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali menebar ancaman. Tak main-main, KKB kali ini membakar perumahan guru yang ada di Kampung Wako, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kejadian penyerangan terhadap warga sipil itu terjadi pada Jumat (13/5) malam sekitar pukul 19.00 WIT.

Untungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa pembakaran perumahan guru SMA Negeri 1 di Kampung Wako itu.

Menanggapi adanya terus-menerus serangan yang dilakukan KKB, pengamat terosisme, Al Chaidar menuturkan bahwa harus segera diadakannya dialog antara pihak KKB dengan pemerintah.

“Harus ada dialog. Juga harus ada penegakan hukum yang tegas,” ungkap Al Chaidar kepada Media Indonesia, Senin (15/5).

Baca juga: KPU Butuh Inpres untuk Sanggupi Waktu Kampanye 75 Hari

Menurutnya, aksi KKB ini tergolong sebagai pemberontakan. Apalagi, KKB tergolong teroris tamkin atau berdasarkan daerah teritorial serta organik daerah asal.

“Terorisme tamkin hanya bisa dicegah oleh militer,” tegasnya.

Ia pun berharap agar pemerintah harus segera melakukan dialog dengan pihak KKB agar warga sipil tak menjadi korban terus-menerus.

Adapun sebelum insiden pembakaran rumah guru di Illaga, KKB diketahui juga telah melakukan penembakan pada Nober Palintin (31 tahun), pada Rabu (11/5).

Nober merupakan seoran sopir truk yang sedang mengambil pasir di Kali Ilame, Kampung Wako, Distrik Gome.

Nober ditemukan tak bernyawa di Ilaga. Diduga korban hanyut setelah ditembak saat melarikan diri ke arah sungai hingga ditemukan masyarakat di Kali Wilipur, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kamis (12/5). (OL-4)

BERITA TERKAIT