12 May 2022, 15:20 WIB

Pansel Komnas HAM Apresiasi Masukan Publik


Sri Utami | Politik dan Hukum

KOMNAS HAM
 KOMNAS HAM
Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta

SELEKSI calon anggota Komisi Nasional (Komnas HAM) tidak sekadar mencari seseorang yang memiliki kemampuan mumpuni tapi lebih dari itu. Selain rekam jejak yang baik calon anggota bisa dikatakan harus nyaris sempurna dalam menegakkan hak asasi manusia sampai dalam kehidupan sehari-harinya. 

Informasi yang rinci mengenaiknya bisa didapatkan jika publik berperan aktif dalam memberikan masukan dalam seleksi calon anggota Komnas HAM. Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Komnas Ham RI 2022-2027 Makarim Wibisono mengatakan, peran publik sangat penting dalam membantu panitia seleksi menemukan figur yang tepat untuk mengisi kedudukan anggota Komnas Ham.

"Peran publik memberikan masukan sangat penting sekali dan alhamdulillah aktif untuk mendalami setiap peserta," ujarnya saat dihubungi, Kamis (12/5).

Makarim mengungkapkan laporan atau masukan yang diterima panitia sangat beragam. Namun yang sangat dibutuhkan adalah informasi peserta dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menjadi petunjuk karakter dalam membela HAM.

"Misalnya kami terima informasi bahwa peserta ini (wanita/ibu) yang ternyata dalam kesehariannya sering atau pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga. Nah informasi seperti ini yang penting. Bagaimana dia mau berjuang di depan membela HAM kalau ternyata seperti itu perlakuannya," ungkapnya.

Seleksi yang sudah digelar sejak beberapa bulan lalu telah meloloskan 96 peserta yang akan maju dalam seleksi tertulis dan makalah pada 13 Mei. "Iya peserta akan melanjutkan tes menyampaikan kemampuan dan pengetahuannya lewat makalah dan tes tertulis besok secara daring. Ada 96 peserta yang lolos ikut tes ini," ucapnya.

Dalam tes tersebut panitia tidak melakukan intervensi karena menggunakan jasa profesional untuk menilai. Selanjutnya saat mendekati seleksi akhir panitia seleksi akan menggelar forum khusus agar publik dapat langsung mengetahui anggota Komnas HAM terpilih.

"Mendekati final seleksi panitia akan membuat forum untuk publik bisa bertemu langsung dengan para peserta. Di sana publik bisa menilai langsung dan bertanya," pungkas Makarim. (P-2)

BERITA TERKAIT