11 May 2022, 21:52 WIB

Dua Aktivis Perdamaian Jepang Temui JK 


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Aktivis pedamaian Jepang Sumami dan Akiko Horiba menemui Jusuf Kalla di jepang

DUA aktivis perdamaian Jepang Sunami dan Akiko Horiba menemui Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla di Tokyo, Rabu siang. Kedatangan kedua aktivis dari The Sasakawa Peace Foundation dilakukan untuk meminta saran dan pikiran JK dalam mempromosikan perdamaian di Asia.

“Kami datang menemui Jusuf Kalla, untuk menggali pengalamannya yang sangat berharga untuk pengembangan program yang tengah dirintis Sasakawa Foundation,” kata Sunami dalam keterangan persnya.

Menurut Sunami, selama ini Sasakawa Foundation telah aktif dalam merintis penyelesaian konflik di beberapa negara Asia. Dalam rangka penguatan upaya perdamaian tersebut pihaknya meminta saran bahkan keterlibatan langsung JK dalam upaya menyelesaikan konflik di berbagai wilayah seperti Poso, Ambon, Aceh, dan bahkan Afghanistan serta pengalaman sebagai pembicara di berbagai forum dalam dan luar negeri. 

Juru Bicara JK, Husain Abdullah yang ikut dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa JK menanggapi positif harapan pihak Sasakawa Foundation. JK pada kesempatan itu, mengatakan kesediaan membantu serta bekerjasama dengan Sasakawa Foundation. 

Baca juga : Kemendagri Pastikan Kelayakan Penjabat Kepala Daerah

“Jusuf Kalla juga memberi beberapa tips resolusi konflik kepada Sunami dan Akiko,” ungkapnya.

Lebih lanjut Husain menyebutkan, menurut Kalla, perdamaian ibarat menjual mobil, hasil yang dicapai pada perundingan barulah tahap awal, harus disertai after sales service. 

“Merawat perdamaian atau kesepakatan kesepakatan yang telah dicapai. Sehingga dapat bertahan atau berkelanjutan,” jelasnya.

Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, yang mendampingi JK, menyambut baik ajakan kerja sama Sasakawa Foundation dan berharap dapat meningkatkan kerja sama antar negara Asia serta peran Indonesia dalam perdamaian. Diharapkan kerja sama yang digagas Sasakawa Foundation melalui dialog atau diskusi pendahuluan bersifat terbatas bisa digelar bulan depan. (OL-7)

BERITA TERKAIT