10 May 2022, 18:18 WIB

MPR Imbau Demonstrasi Jangan Picu Kerusuhan


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Dok MPR
 Dok MPR
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid

WAKIL Ketua MPR Jazilul Fawaid mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa yang menimbulkan kerusuhan, apalagi menggaungkan pemakzulan terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tolong hentikan demo-demo yang memicu kerusuhan, apalagi pemakzulan," kata Jazilul, Selasa (10/5).

Ia mengakui menyampaikan aspirasi merupakan hak masyarakat yang diatur dalam konstitusi. Namun, demonstrasi dengan mengangkat isu pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah kurang tepat. Padahal, semua bisa didiskusikan dengan baik.

"Tidak tepat (demo dengan isu pemakzulan), semua bisa didialogkan. Tidak perlu demo-demo, sebab lebih besar madhorotnya daripada manfaatnya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Saat ini, kata Jazilul, pemerintah sedang melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menurutnya, jangan sampai adanya aksi unjuk rasa malah menghambat agenda pemulihan ekonomi nasional. 

"Itu semua akan membuat keadaan ekonomi dan sosial politik makin buruk. Kami berharap semua pihak saling bahu-membahu mengatasi keadaan. Kita semua perlu bangkit setelah usainya Pandemi COVID-19," jelas dia.

Diketahui, massa demonstran saat melakukan aksi unjuk rasa bulan Ramadhan 1443 Hijriyah kemarin, sempat beredar spanduk yang terbentang mendesak Jokowi mundur dari jabatan Presiden.

Selain itu, spanduk tersebut juga bertuliskan mosi tidak percaya terhadap DPR dan Pemerintah Jokowi-Ma'ruf. Akhirnya, terjadi bentrokan saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Rencananya, sejumlah elemen masyarakat dari buruh seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI)  akan kembali menggelar demo besar pada 21 Mei 2022, bertepatan dengan momentum reformasi. Aksi tersebut sebagai puncak dari rangkaian gelombang unjuk rasa di berbagai daerah. (OL-8)

BERITA TERKAIT