01 May 2022, 19:45 WIB

Konflik Lama Jadi Hambatan PDIP-Demokrat untuk Berkoalisi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Seorang pengendara melintas di depan mural wajah Presiden RI.

SURVEI Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menilai Partai Demokrat sulit untuk berkoalisi dengan PDIP.

Adapun dasar yang dibangun SMRC, yakni pembentukan pasangan capres-cawapres melalui pola hubungan antarpartai untuk berkoalisi. Sementara itu, hubungan antarpartai bergantung juga pada ideologi yang diusung masing-masing dan komunikasi antar-elitenya.

Menurut pengamat politik Firman Noor, sulitnya kedua partai untuk berkoalisi lantaran adanya faktor kedua tokoh besar yang kehilangan chemistry sejak Pilpres 2004.

Baca juga: Demokrat Buka Opsi Berkoalisi dengan PDIP di Pilpres

Saat itu, lanjut Firman, Megawati Soekarnoputri merasa ditikung dan dikalahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sukses menjadi Presiden RI, bahkan hingga dua periode.

“Itu semacam dosa yang tak termaafkan. Sehingga keduanya menunjukkan gestur tidak akrab, khususnya Mega. Apalagi keduanya mempunyai posisi kunci di partai masing-masing,” kata Firman saat dihubungi, Minggu (1/5).

Perasaan tersebut akhirnya melebur ke seluruh lapisan partai. Meski dunia politik tidak mengenal musuh selamanya dan kawan abadi, Firman menilai kedua tokoh tersebut sulit untuk membangun koalisi strategis.

“Dalam momen-momen pilpres, kedua partai tidak pernah ada dalam satu koalisi,” pungkas Firman.

Baca juga: Prabowo Disandingkan dengan Puan, Pengamat: Jangan Lupakan Ganjar

“Di DPR, ada beberapa isu kedua partai ini agak sejalan. Itu tidak berarti keduanya bisa saling support. Dua kelompok ini agak sulit, meski sama-sama background-nya nasionalis,” imbuhnya.

Terpisah, Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa partainya tidak menutup kemungkinan untuk membangun koalisi dengan PDIP untuk Pilpres 2024. 

“Masih terbuka kemungkinan bagi kami untuk berkoalisi dengan parpol mana saja untuk Pilpres 2024, termasuk PDIP,” kata Herzaky.(OL-11)

BERITA TERKAIT