30 April 2022, 16:15 WIB

Demokrat Miliki Pandangan yang Sama dengan NasDem Soal Koalisi


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

KEPALA Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan partainya memilki kesepahaman yang sama dengan NasDem terkait arah pembentukan koalisi. Kesepahaman tersebut mengerucut pasca pertemua Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh di NasDem Tower Maret Silam. 

Baca juga: Firli Tegaskan KPK Bekerja Berdasar Kecukupan Bukti Bukan Opini

"Dengan NasDem kita sama pandangannya bahwa kita ingin memajukan capres dan cawapres yang berpeluang menang," ujar Herzakzy di Jakarta, Sabtu (30/4). 

Tingkat elektabilitas kemenangan capres dan cawapres peserta pemilu yang didasari pada hasil survei menjadi hal yang utama yang dipertimbangkan Demokrat dalam membangun koalisi. Pengusungan capres dan cawapres akan mempertimbangkan tingkat elektabilitas. Poin tersebut merupakan poin yang sama yang dimiliki antara Demokrat dan juga NasDem. 

"Kita ingin berkoalisi yang ingin memang di pilpres dan pileg. Bukan hanya asal ikut pemilu. Salah satunya dengan mengendepankan calon yang berpeluang besar menang dan berpatokan dengan hasil survey," ungkapnya. 

Kendati demikian, Herzaky menjelaskan bahwa saat ini belum ada kesepakatan politik antar kedua partai. Demokrat menyatakan terbuka dengan partai manapun yang ingin membangun koalisi yang mampu mengedepankan kepentingan publik dalam pemilu 2024 mendatang. 

"Kita masih terbuka dengan semua pihak," tuturnya. 

Herzaky mengungkapkan bahwa Demokrat hingga saat ini juga terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh partai politik (parpol). Komunikasi antar parpol dilakukan untuk mencari pandangan yang sama soal arah koalisi ke depan. 

"Kita akan coba temukan melalui silaturahmi ini mana yang paling pas untuk berjuang bersama. Kita ingin punya niat untuk menang bersama di pilpres, bukan partai yang ingin paksakan calonnya," jelas Herzaky. 

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa arah pembentukan koalisi baru akan mulai megerucut di akhir 2022 dan 2023 mendatang. Sejauh ini, diungkapkan oleh Herzaky mayoritas aspirasi di daerah selalu mendorong AHY untuk maju sebagai capres. 

"Setiap kunjungan ke daerah banyak yang menyambuh AHY presiden, nanti akhir 2022 dan 2023 akan mengurucut, AHY sendiri saat ini fokus terkait kesepakatan dalam koalisi," ujarnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT