29 April 2022, 20:47 WIB

Presiden Jokowi Ingin Mempersatukan G20


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

DOK Biro Pers Setpres
 DOK Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Group of Twenty atau G20 memiliki peran sebagai katalisator dalam pemulihan ekonomi dunia. Sebagai pemegang mandat presidensi tahun 2022, Indonesia ingin menyatukan G20.

"Saya ingin menekankan bahwa Indonesia ingin menyatukan G20, jangan sampai ada perpecahan. Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia," ujar Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/4).

Presiden Joko Widodo mengatakan telah berkomunikasi dengan beberapa pemimpin negara dan Sekretaris Jenderal PBB tentang persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Bali pada November 2022. Melalui diskusi lewat telepon, presiden membahas mengenai dinamika situasi global terkini, termasuk di antaranya soal perang Rusia-Ukraina. Indonesia berharap perang segera dihentikan dan solusi damai dilakukan.

Pada 7 Maret 2022, Presiden berkomunikasi dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Kemudian 8 Maret 2022, dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan 16 Maret 2022 berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Kemudian 22 Maret 2022, Presiden berkomunikasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan 31 Maret 2022, melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, serta 12 April 2022 dengan Sekjen PBB, Antonio Guterres.

Selain itu, pada Rabu (27/4), Presiden Jokowi juga berkomunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Kamis (28/4) melakukan pembicaraan per telepon dengan Presiden Portugal Marcelo de Sousa dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam perbincangan telepon dengan Presiden Ukraina, Presiden Jokowi memperoleh kabar mengenai perkembangan situasi saat ini di Ukraina. Dalam pembicaraan itu, dibahas juga mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia.

Presiden menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain. Namun Indonesia siap memberikan bantuan kemanusiaan. "Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan," jelas Presiden.

Menurutnya, terdapat dua hal yang berpengaruh pada pemulihan ekonomi dunia yaitu pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina. "Dalam konteks inilah maka dalam pembicaraan per telepon kemarin saya mengundang Presiden Zelenskyy untuk hadir dalam KTT G20," ungkapnya.

Sementara itu, dalam perbicangan telepon Vladimir Putin, menurut Presiden, Putin memberikan kabar mengenai situasi di Ukraina, termasuk proses negosiasi yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Dalam perbincangan tersebut, Presiden Jokowi kembali menekankan pentingnya perang segera diakhiri.

"Saya juga menekankan agar solusi damai dapat terus dikedepankan dan Indonesia siap berkontribusi untuk upaya damai tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir," imbuhnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT