21 April 2022, 17:38 WIB

KSAD Apresiasi PT DI Dalam Mendukung Kesiapan Operasional Pesawat TNI AD 


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Dok. Dispenad
 Dok. Dispenad
KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman meninjau komponen yang dihasilkan PT Dirgantara Indonesia 

KEPALA Staf Angkatan Darat Dudung Abdurachman mengapresiasi kinerja PT Dirgantara Indonesia (DI) yang telah melakukan pemeliharaan dan peremajaan alutsista TNI, dalam hal ini pesawat dan helikopter TNI AD, dengan baik. 

Apresiasi tersebut disampaikan Dudung saat meninjau pusat pengembangan milik perseroan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/4). 

"Kami mengapresiasi upaya PT DI dalam mendukung kebutuhan alutsista TNI AD. Ini penting mengingat terdapat beberapa pesawat TNI AD yang dikelola Puspenerbad yang perlu segera diperbaiki guna kelancaran operasional tugas dilapangan," ujar Dudung melalui keterangan resmi. 

Mantan Panglima Kodam Jaya itu juga menyampaikan penghargaan kepada PT Nusantara Turbin dan Propulsi yang menjalankan tugas sebagai mitra perawatan dan reparasi mesin pesawat terbang dan heli TNI AD dengan baik. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan berharap kemitraan antara pihaknya dan TNI AD dapat terus berlangsung. 

Baca juga :: Pemilu 2024 Ditentukan Kekuatan ‘Satu Warna Dua Bendera’

"Semoga kepercayaan TNI AD akan terus diberikan kepada kami," ucap Gita. 

Saat menerima kunjungan itu, Gita mengajak KSAD beserta rombongan melihat secara langsung program pengembangan pesawat N219 di Hanggar N219. Dudung bahkan sempat mencoba menerbangkan pesawat di Engineering Flight Simulator. 

Sebagaimana diketahui, sejak 1983, PT DI telah memproduksi 5 pesawat dengan jenis NC212 khusus untuk TNI AD. Selain itu, perseroan juga membuatkan 50 Heli Bell 412, 12 Heli Fennec dan 25 BO 105. 

Adapun, untuk perbaikan dan perawatan mesin pesawat terbang, TNI AD bekerja sama dengan PT Nusantara Turbin dan Propulsi. Saat ini, terdapat 3 jenis pesawat yang sedang dalam proses maintenance yaitu Heli Bell 412 sebanyak 55 unit, BO 105 sebanyak 12 unit dan CASA 212 sebanyak 4 unit. Sementara, mesin pesawat terbang yang sudah diperbaiki oleh PT NTP sejak 2000 sebanyak 32 unit. (OL-7)

BERITA TERKAIT