20 April 2022, 15:33 WIB

Resmikan Defend ID, Presiden: Saya Tunggu Sejak Lama


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Presiden Jokowi bersama Wapres Ma'ruf Amin meninjau alutsista dalam peringatan HUT TNI.

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi terwujudnya holding BUMN industri pertahanan atau Defense Industry Indonesia (Defend ID) yang baru saja diresmikan di Surabaya, Jawa Timur.

Jokowi, sapaan akrabnya, mengaku sudah lama mendorong perusahaan negara yang bergerak di sektor pertahanan untuk berkolaborasi. Serta, bersinergi guna mewujudkan industri pertahanan yang lebih kuat di masa depan.

"Saya mengapresiasi pembentukan holding BUMN industri pertahanan. Sudah lama ini saya tunggu-tunggu," ujar Kepala Negara saat meresmikan Defend ID, Rabu (20/4).

Baca juga: TNI AU Tidak Bisa Bergantung pada Alutsista Saja

"Saya kejar-kejar terus, agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi. Punya ekosistem semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan," imbuhnya.

Menurut Presiden, penggabungan BUMN industri pertahanan adalah sebuah kewajiban demi membangun kemandirian. Dalam bidang tersebut, Indonesia tidak boleh terus menerus bergantung pada negara lain.

Apalagi, industri pertahanan merupakan sektor vital yang harus dikembangkan. Tujuannya, memenuhi kebutuhan pertahanan pokok dan menjaga kedaulatan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Fokus Modernisasi Alutsista, Anggaran Kemenhan Harus Dievaluasi

"Untuk mewujudkan itu, industri pertahanan harus ktia wujudkan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, tidak bisa parsial," pungkas Jokowi.

Kepala Negara berharap peluncuran Denfend ID bisa menjadi batu loncatan. Khususnya, transformasi dalam membangun ekosistem pertahanan yang kuat, modern dan mandiri.

"Kita harus mampu bersaing dan menguasai pasar di dalam negeri dan diperhitungkan di pasar internasionl," tutupnya.(OL-11)


BERITA TERKAIT