19 April 2022, 22:27 WIB

Presiden: Maknai Nuzulul Quran untuk Menjaga Keberagaman 


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
 Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan, keberagaman adalah sebuah anugerah yang datang langsung dari Allah Subhanahu Watala. Itu merupakan sebuah ketetapan yang tertulis di dalam Alquran dan harus diterima oleh semua umat muslim terutama di Indonesia. 

"Alquran menegaskan bahwa keanekaragaman yang terjadi pada berbagai makhluk tuhan pada hakekatnya merupakan sunatullah, sebuah ketetapan Allah, sebuah skenario Allah," ujar Jokowi dalam peringatan Nuzulul Quran 1443 Hijriah, Selasa (19/4). 

Oleh karena itu, bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran, ia menyerukan kepada seluruh umat muslim untuk dapat menerima kemajemukan dengan lapang dada. Bahkan, lebih jauh lagi, kepala negara mengajak masyarakat untuk turut menjaga, merawat, dan mengelola itu dengan baik. 

"Masyarakat harus mampu membangun kebersamaan melalui dialog-dialog yang sehat dengan semangat saling melengkapi, dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan," tutur mantan wali kota Solo tersebut. 

Baca juga : Legislator : Tracing Kasus via Aplikasi PeduliLindungi Bantu Cegah Penularan Covid-19 

Dalam kesempatan itu, kepala negara juga berpesan kepada segenap masyarakat untuk saling menghargai. Jangan sampai ada satu kelompok yang merasa lebih unggul dari kelompok yang lain, atau lebih suci dari golongan yang lain. 

"Kita mungkin berbeda, tapi bukan berarti kita merasa lebih dari yang lain. kita harus menyadari bahwa tiap-tiap elemen bangsa memiliki kebaikan dan kelebihan masing-masing," ucapnya. 

Kebaikan-kebaikan, kelebihan-kelebihan yang muncul dari berbagai elemen mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu harus dikedepankan untuk kepentingan bersama, dikontribusikan untuk kemanfaatan bersama. 

"Oleh karena itu, saya mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam keragaman yang sangat diubutuhkan dalam mewujudkan negeri dan bangsa yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT