12 April 2022, 16:48 WIB

Baru Dilantik Presiden, Anggota Bawaslu: Tugas Kami Berat


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Polisi membawa kotak suara saat mendistribusikan logistik pemilu di Kalimantan Selatan.

LIMA anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) baru saja dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Selasa (12/4) ini.

Para anggota Bawaslu mengaku mengemban tugas yang sangat berat. Pasalnya, mereka harus mengawasi seluruh proses pelaksanaan pemilu dan pilkada yang dilaksanakan serentak pada 2024.

"Amanah ini begitu berat bagi kami, terutama melihat kompleksitas pemilu dan juga pilkada, yang akan dilaksanakan dalam satu tahun yang sama, yakni di 2024," ujar anggota Bawaslu Rahmat Bagja di Istana Negara.

Baca juga: Setelah Dilantik Presiden, KPU Langsung Bekerja

Dirinya pun meminta dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah, DPR RI dan seluruh elemen bangsa. Sehingga, tugas dan tanggung jawab bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Tugas pertama yang akan dikerjakan tim yang berisi Rahmat Bagja, Lolly Suhenty, Puadi, Totok Haryono dan Herwyn Jefler H. Malond, yaitu mengevaluasi kinerja yang dilakukan para anggota Bawaslu periode sebelumnya.

Rahmat mengatakan pihaknya akan menyerap seluruh proses yang telah berjalan selama ini. Kemudian, bersama-sama melakukan rencana ke depan. "Bagaimana standar tata laksana pengawasan pemilu dilakukan dan memperbaiki yang belum maksimal," imbuhnya.

Baca juga: Temui BEM UI, Luhut Minta Mahasiswa Belajar Demokrasi

Pihaknya juga berharap agar KPU, dalam waktu dekat, bisa menerbitkan peraturan KPU. Dengan begitu, Bawaslu juga dapat segera menyusun regulasi pengawasan yang tepat dan sesuai kebutuhan seluruh proses tahapan pemilu.

"Kami berharap peraturan KPU bisa segera disahkan. Sehingga, kami bisa menyusun peraturan Bawaslu untuk mengawasi seluruh proses tahapan," jelas Rahmat. Selanjutnya, akan dilakukan seleksi anggota untuk mengisi Bawaslu di tingkat provinsi.(OL-11)

BERITA TERKAIT