08 April 2022, 13:18 WIB

Moeldoko Sebut Pembangunan Tahap I IKN dalam Waktu Dekat


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

Antara/Didik Suhartono.
 Antara/Didik Suhartono.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berdoa saat berziarah di Makam Pahlawan Nasional Bung Tomo di TPU Ngagel, Surabaya, Jatim, Selasa (22/3).

TIM Kantor Staf Presiden melalui Kedeputian I sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) dan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk percepatan pembangunan IKN tahap satu. Hasilnya, dalam waktu dekat akan segera dilakukan pembangunan infrastruktur.

Hal itu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko utarakan saat memimpin rapat koordinasi pemantauan pembangunan infrastruktur dan strategi komunikasi IKN di Jakarta, Jum'at (8/4). Pada pembangunan tahap I, terang Moeldoko, dimulai dengan jalan baru termasuk akses menuju wilayah IKN, pembangunan jalur air baku, saluran drainase, pengendalian banjir, pembangunan fasilitas perkantoran pemerintahan dan pendukungnya, terutama Istana Negara.

Selain itu, kantor kementerian koordinator dan Kementerian hingga pembangunan sumbu kebangsaan. "Hasil monitoring dan evaluasi Kantor Staf Presiden bersama kementerian/lembaga tersebut masuk dalam rencana aksi pembangunan IKN tahap satu yang akan difinalisasi pada bulan ini," ujarnya.

Rencana aksi itu, papar Moeldoko, akan diawali dengan penerbitan aturan turunan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN yang dilanjutkan dengan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. "Kami mengharapkan peraturan turunan UU IKN prioritas sudah dapat terbit, sehingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur IKN bisa berjalan dengan basis yang dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Ia menekankan pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan lagi proyek prioritas, tetapi superprioritas. Untuk itu, membutuhkan persiapaan matang, pengawalan, serta kolaborasi antarkementerian/lembaga dan instansi.

"Pembangunan dan pemindahan IKN merupakan perjuangan mewujudkan Indonesia berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ini pekerjaan rumit dan waktunya sangat panjang 5-20 tahun. Butuh perencanaan ketat, eksekusi detail, pengawasan yang rigid dan berkelanjutan, inklusif dengan komunikasi yang partisipatif," kata Moeldoko.

Baca juga: Tekad Gerindra Usung Prabowo pada Pilpres 2024 tak Goyah
 
Terkait sektor lingkungan hidup dan kehutanan, Moeldoko mengatakan pemerintah akan melakukan pelepasan kawasan hutan dan rehabilitasi lubang tambang di kawasan IKN. "Ini titik krusial dalam persiapan pembangunan selain pembangunan persemaian Mentawir," jelas Moeldoko. (OL-14)
BERITA TERKAIT