31 March 2022, 12:59 WIB

Keluarga Sebut Bupati Penajam Paser Utara Korban Politik Demokrat


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

dok.ist
 dok.ist
Kakak kandung Abdul Gafur, Yuli Mas’ud saat membesuk adiknya di tahanan KPK

KELUARGA Bupati Penajam Paser Utara, mengatakan Abdul Gafur Mas'ud korban politik Partai Demokrat

Kakak kandung Abdul Gafur, Yuli Mas’ud menilai adiknya selama ini bekerja dengan baik sebagai Bupati, namun tiba-tiba tersandung kasus korupsi yang tidak ada kaitannya dengan jabatannya sebagai kepala daerah.

"Menurut kami adik kami korban politik Partai Demokrat karena kalau masalah pemerintahan, beliau tidak ada masalah," ujar Yuli usai hendak mengirimkan makanan ke Abdul Gafur di Rumah Tahanan KPK, Jakarta, Kamis (31/3). 

"Korban politik partainya, Demokrat," Yuli menegaskan.

Menurut dia, Abdul terseret kasus dugaan korupsi ini, tidak terlepas dari gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Kalimantan Timur (Kaltim). 

Diketahui, Abdul Gafur Mas'ud mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Demokrat Kaltim sebelum ditangkap KPK. KPK sendiri telah memeriksa politikus Demokrat Jemmy Setiawan, terkait pertemuan dengan Abdul Gafur dan Musda Demokrat.

"Artinya dia berada di gedung ini kan karena masalah Musda Demokrat kemarin," ucap Yuli. 

Keluarga pun meminta Abdul Gafur membongkar seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini. Yuli juga berharap adiknya menjadi whistleblower.

"Kami berharap mohon doanya untuk Bapak AGM agar kuat menjalani dan sabar menjalaninya. Kedua kami mohon sekali agar pimpinan KPK memberikan keadilan seadil-adilnya adik kami, karena kami keluarga besar sangat mendukung Pak Gafur untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya mengenai kasus yang dia jalanin saat ini," jelasnya. 

Yuli juga memastikan dugaan keterlibatan elit Demokrat lainnya, telah disampaikan adiknya ke penyidik KPK.

“Sudah dibuka semua (yang terlibat), tanya ke penyidik KPK ya,” pungkasnya.

Abdul Gafur dicokok KPK pada 12 Februari 2022, dengan barang bukti uang cash Rp 1 miliar dalam sebuat tas, beserta barang-barang lainnya.

Selain Abdul Gafur, tiga tersangka lain diduga sebagai penerima suap yaitu Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro; Dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Jusman.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK telah memanggil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Demokrat, Andi Arief, namun kini menjadi polemik karena Andi merasa tidak pernah mendapatkan surat pemanggilan KPK.

Andi bahkan “mengancam” akan memanggil plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri ke DPP Partai Demokrat, namun dibalas Ali hari ini, Selasa (29/3) dengan mengeluarkan surat pemanggilan kedua bagi Andi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, menjelaskan pemanggilan terhadap Andi Arief sebagai saksi untuk Bupati Penajam Paser Utara Nonaktif Abdul Gafur Mas'ud yang sudah berstatus tersangka bertujuan untuk membuat terang perkara yang sedang ditangani KPK.

"Kami tentu dalam rangka penyidikan, kita kan melakukan pemeriksaan, pengumpulan keterangan-keterangan, dan bukti-bukti," ujar Firli usai Rapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (30/3). (OL-13) 

BERITA TERKAIT