29 March 2022, 15:12 WIB

Jokowi tidak Mau Dinobatkan Sebagai Bapak Pembangunan Desa


Andhika prasetyo | Politik dan Hukum

BPMI Setpres/Laily Rachev
 BPMI Setpres/Laily Rachev
 Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo menolak dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Desa oleh Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia.

Menurutnya, ia tidak layak menerima gelar tersebut lantaran tidak menyentuh langsung pekerjaan-pekerjaan di level terbawah.

Sebaliknya, para kepala desalah yang semestinya dinobatkan karena telah bekerja keras melakukan pembangunan dan menangani pandemi covid-19 dengan baik di desa.

"Yang layak disebut Bapak Pembangunan Desa itu ya Bapak Ibu semua, bukan saya. Yang membangun desa itu Bapak Ibu semua, yang bekerja keras Bapak Ibu semua. Saya itu hanya bagian policy di atas," ujar Jokowi

Kepala negara pun menyampaikan terima kasih atas seluruh upaya yang telah dilakukan para pemimpin di desa, terutama dalam dua tahun terakhir yakni ketika covid-19 melanda.

Baca juga: Berkoalisi dengan Demokrat, Waketum NasDem: Semua Partai Terbuka

Jokowi mengakui, tanpa dukungan para kepala desa, penanganan pandemi, khususnya PPKM Mikro tidak akan berjalan dengan lancar.

"Kita ingat, saat omikron sedang tinggi-tingginya, pertengahan Februari, kasus harian sampai 64.700. Kemarin saya cek turun jadi 2.700. Ini berkat kerja keras Bapak Ibu semua dalam memberi tahu masyarakat, dalam menganjurkan masyarakat untuk pakai masker, jaga jarak, cuci tangan," tutur mantan wali kota Solo itu.

Pelaksanaan vaksinasi yang sangat cepat pun, menurut Jokowi, tidak terlepas dari peran para kepala desa yang bisa membujuk dan mengajak masyarakat dengan baik. Hingga akhirnya, saat ini, sebanyak 374 juta dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat di seluruh Tanah Air.

"Itu bukan angka kecil loh. Menyuntikkan 374 juta vaksin tidak gampang tapi kita bisa melakukan karena kita gotong-royong," sambungnya.

Ia pun berpesan kepada para pemimpin di daerah untuk terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengikuti vaksin booster.

"Karena sekarang baru 9,6%, baru 20 juta. Mari kita dorong agar masyarakat terproteksi, terlindungi dari covid-19 dan varian-varian barunya. Kalau kena pun gejalanya ringan bahkan banyak yang tidak merasa," jelas Jokowi. (OL-4)

BERITA TERKAIT