26 March 2022, 19:40 WIB

Presiden Sentil K/L yang Hobi Ngimpor, Polri: Kami Pakai Buatan Indonesia


Kautsar Widya Prabowo | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo

POLRI memastikan seragam dan sepatu yang digunakan buatan dalam negeri. Hal ini menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"(Buatan) dalam negeri. Karena itu kebijakan pemerintah," ujar Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo, hari ini.

Polri, kata Dedi, memegang prinsip untuk mendukung pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri."Mendukung kebijakan dan mempedomani arahan Bapak Presiden," terangnya.

Hal senada diungkapkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Diyakini Korps Bhayangkara menggunakan seragam dan sepatu buatan dalam negeri.

"Sepengetahuan kami seragam dan sepatu Polri sesuai arahan Presiden (Jokowi) menggunakan produksi dalam negeri," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan.

Ia menambahkan pengadaan alat material khusus (Almatsus) wajib dari perusahaan dalam negeri. Hal ini telah diatur dalam Perkap Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Khusus Penyediaan Alat Material Khusus Polri.

Baca juga: Presidensi G20, Bukti Stabilitas Politik Era Jokowi Diakui Dunia

Sebelumnya, Presiden Jokowi kesal jajarannya masih menggunakan anggaran belanja negara untuk membeli produk impor. Jokowi memerinci pengadaan kamera pengawas (CCTV) masih ada yang impor.

Kemudian, seragam dan sepatu Polri-TNI, hingga onderdil untuk traktor pertanian juga dibeli dari luar negeri. "Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju? Buat CCTV saja beli impor. Seragam dan sepatu tentara dan polisi beli dari luar! Kita ini produksi di mana-mana bisa jangan diterus-teruskan," ungkap Jokowi saat memberikan arahan tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia secara virtual, Jumat, 25 Maret 2022. (OL-4)

BERITA TERKAIT