24 March 2022, 18:14 WIB

Sidang Parlemen Dunia Hasilkan Tiga Resolusi Penting


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Delegasi dan petugas berjalan di area sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali.

SIDANG Inter-parliamentary Union (IPU) ke-144 yang digelar di Nusa Dua, Bali, berakhir pada Kamis (24/3) ini. Forum parlemen tingkat dunia itu menghasilkan sejumlah resolusi.

Dalam hal ini, menyangkut perubahan iklim, konflik Rusia-Ukraina, pendidikan dan ketahanan kesehatan. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menyebut majelis berhasil menghasilkan Deklarasi Nusa Dua, yang mencerminkan mobilisasi usaha parlemen dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Selain itu, disepakati dua resolusi yang menekankan pentingnya memelihara perdamaian dan resolusi yang menekankan pada pentingnya teknologi informasi," ujar Puan seusai menutup sidang Majelis IPU ke-144.

Baca juga: Indonesia Terdepan dalam Isu Perempuan di IPU ke-144

Adapun Puan bertindak sebagai Presiden Majelis selama penyelenggaraan sidang IPU. Majelis juga mengadopsi resolusi hal mendesak untuk diselesaikan (emergency item) terkait situasi di Rusia-Ukraina. Indonesia memilikis peran penting dalam penyusunan resolusi tersebut. 

Delegasi Indonesia dikatakannya tergabung dalam Komite Perancang, yang menekankan pentingnya peran sentra IPU mencari solusi damai. Upaya itu mengedepankan penghormatan terhadap hukum internasional, intergritas dan kedaulatan wilayah, serta penghentian konflik. 

"Penggunaan dialog dan diplomasi bantuan kemanusiaan. Serta, menjamin jalur aman bagi pengungsi yang meninggalkan Ukraina," jelas Puan.

Baca juga: Presidensi G20, RI Enggan Ditarik dalam Konflik Rusia-Ukraina

Indonesia berhasil meyakinkan Majelis IPU untuk menyepakati pembentukan gugus tugas agar tercapai solusi dalam pada konflik Rusia-Ukraina. Menurutnya, Indonesia ingin ada pengarusutamaan kesetaraan gender dan partisipasi perempuan serta anak muda, dalam pengambilan keputusan.

Presiden IPU Duarte Pacheco menambahkan bahwa Deklarasi Nusa Dua menjadi bukti dari suksesnya forum tersebut. Parlemen seluruh dunia dinilainya sadar untuk bertindak segera, dengan upaya terukur dalam melawan perubahan iklim. 

"Perjanjian Paris yang harus menjadi kerangka penting. Dengan deklarasi yang sudah disetujui beberapa waktu lalu, komitmen komunitas parlemen dunia untuk mencapai tujuan dari Perjanjian Paris dalam melawan perubahan iklim," kata Pacheco.(OL-11)

BERITA TERKAIT